Di balik keindahan alam yang ditawarkan oleh Kota Soe, tersimpan kesederhanaan dari warga setempat. Terutama masyarakat di komunitas Nonohonis yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani dan peternak.
Banyak anak usia dini di daerah ini yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, termasuk anak-anak yang tergabung di PAUD Batu Karang Nonohonis. Mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang tinggal di daerah pertanian.
Mayoritas orang tua mereka adalah petani yang mengandalkan hasil bumi untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun, saat musim kemarau tiba, seperti pada bulan September hingga Oktober, para petani ini sering kali harus berhenti bekerja karena cuaca yang tidak mendukung.
Ketika mereka tidak bisa bertani, beban ekonomi keluarga menjadi berat. Bahkan beberapa di antaranya harus berhutang dan menjual hasil panen sebelumnya untuk bertahan. Kondisi inilah yang membuat keluarga mereka hidup dalam keterbatasan.
Anak-anak yang belajar di PAUD Batu Karang Nonohonis dengan makanan seadanya yang orangtuanya mampu sediakan. Mereka hanya makan bubur nasi tanpa tambahan protein seperti telur atau daging. Beberapa anak hanya makan nasi dengan sayur seadanya.
BACA JUGA : Sarapan Bergizi, Sumber Sukacita bagi Anak-Anak di Sumba Tengah
Sedangkan asupan vitamin dari buah-buahan hanya bisa mereka nikmati pada musim tertentu. Biasanya hanya pepaya menjadi satu-satunya buah mudah mereka dapatkan.
Melihat kondisi ini, Obor Berkat Indonesia membantu anak-anak di PAUD Batu Karang Nonohonis melalui ‘Sarapan Bergizi Makan Gratis’. Program ini menyediakan sarapan yang lebih bergizi setiap hari untuk semua anak.
Dimulai tanggal 5 Agustus 2024, setiap pagi anak-anak di sekolah mendapat sarapan berupa dua telur rebus dan segelas susu. Makanan ini disiapkan agar anak-anak mendapatkan asupan protein dan nutrisi yang selama ini jarang didapat di rumah.
Saat pertama kali sarapan dibagikan, terlihat jelas raut wajah gembira dari anak-anak. Mereka menyantap makanan bergizi ini dengan semangat. Termasuk Rafelia, salah satu anak yang awalnya tidak terbiasa makan telur yang direbus. Ia menghabiskan telur tersebut dengan semangat, tanpa ada sisa.
Selain telur rebus dan susu, guru-guru PAUD memberikan sarapan yang lebih bervariasi setiap pagi. Namun lauk, sayur dan buah yang diberikan pada anak-anak sudah sesuai dengan ketentuan Asupan Nutrisi yang tepat.
Rafelia adalah salah satu bukti nyata bahwa Sarapan Bergizi Makan Gratis OBI memberikan dampak yang luar biasa bagi anak usia dini disana.
Terima kasih telah membantu Rafelia dan anak-anak PAUD daerah lainnya yang membutuhkan asupan sarapan bernutrisi melalui OBI. Mari terus bantu lebih banyak anak usia dini di Indonesia bersama OBI.
© Copyright 2024
Obor Berkat
Leave a Reply