Sarapan bergizi berperan penting dalam mendukung kesehatan dan prestasi anak. Namun, banyak keluarga di wilayah terpencil masih kesulitan menyediakan gizi seimbang. Salah satu contoh nyata terjadi di Pahomba, Sumba Tengah.
Sebagian besar keluarga di daerah ini menggantungkan hidup pada hasil pertanian dan perkebunan. Sayangnya, produktivitas mereka sering terhambat karena keterbatasan sumber air. Bahkan setiap tahunnya, mulai Agustus hingga November, masyarakat di Sumba Tengah mengalami krisis pangan. Persediaan dari panen sebelumnya mulai menipis, sementara para orang tua sibuk mempersiapkan lahan untuk musim hujan.
Mayoritas orang tua di komunitas ini bekerja sebagai buruh tani di lahan milik orang lain. Akibatnya, mereka kerap kesulitan menyediakan makanan yang cukup di rumah. Banyak anak datang ke sekolah dengan perut kosong karena tidak ada sarapan. Kondisi ini membuat anak-anak di komunitas tersebut rentan mengalami kekurangan gizi.
Melalui program “Sarapan Bergizi”, Obor Berkat Indonesia membantu anak-anak usia dini di komunitas SPS Romantis Pahomba. Program ini menyediakan sarapan sehat setiap hari bagi lebih dari 100 siswa PAUD di daerah 3T, dengan dana yang dialokasikan untuk menyediakan makanan bergizi yang dinikmati bersama di sekolah.
Setiap pagi, guru-guru PAUD bergantian menyiapkan sarapan untuk para siswa. Meskipun bahan makanan terbatas, mereka rela berbelanja ke pasar di kabupaten tetangga, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari desa mereka.
Pada awal pelaksanaan program, dua siswa kesulitan menghabiskan sarapan berupa telur rebus karena belum terbiasa makan di pagi hari. Namun, di hari ketiga, semua anak mulai terbiasa dan menikmati sarapan dengan lahap. Salah satu siswa, Ndewa, yang sebelumnya enggan datang ke sekolah, kini bersemangat hadir setiap hari sejak adanya program ini.
“Kami sangat bersyukur atas Program Sarapan Bergizi dari OBI. Sekarang semakin banyak anak yang rajin datang ke sekolah tanpa perlu dijemput satu per satu,” ungkap Pdt. Ratih, kepala sekolah sekaligus guru di SPS Romantis Pahomba.
Testimoni dari guru-guru di PAUD membuktikan bahwa anak-anak lebih antusias datang ke sekolah jika disediakan makanan. Kehadiran siswa sangat berpengaruh pada prestasi belajar mereka, karena konsistensi belajar di kelas mendukung perkembangan akademik. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kinerja otak.
Meskipun menu yang disajikan bervariasi, guru-guru di PAUD SPS Romantis Pahomba tetap mengikuti pedoman gizi yang telah ditetapkan. Program ini tidak hanya mengisi perut anak-anak tetapi juga memperbaiki kondisi gizi mereka.
BACA JUGA : Stella Christie Ungkap Kaitan Prestasi Belajar Anak dan Sarapan
Tidak hanya anak-anak yang merasa terbantu dengan adanya program ini, tetapi para orang tua juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Mereka berterima kasih kepada OBI dan para mitra yang peduli dengan kebutuhan gizi anak-anak mereka.
Mari terus dukung Sarapan Gratis untuk anak-anak usia dini di daerah-daerah 3T bersama OBI dengan cara klik tombol di bawah ini.
© Copyright 2024
Obor Berkat