Sesar Lembang adalah patahan aktif sepanjang 29 kilometer dari Padalarang hingga Jatinangor yang terakhir kali bergerak aktif sekitar tahun 1600 Masehi. Patahan ini menyimpan potensi gempa bumi besar yang dapat menimbulkan kerusakan parah di wilayah Bandung dan Cimahi yang padat penduduk, dengan dampak seperti runtuhnya bangunan, dan tanah longsor.
Memahami potensi Sesar Lembang adalah cara untuk mempersiapkan diri dan meminimalisir dampak bencana. Peningkatan edukasi pengurus rumah ibadah untuk memberikan pemahaman bahwa memiliki infrastruktur aman gempa jadi langkah penting agar masyarakat lebih siaga dalam menghadapi bencana gempa bumi karena pergeseran sesar lembang.
Maka dari itu Obor Berkat bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan sebuah pelatihan untuk komunitas beragama di Cimahi.
Pelatihan Tanggap Bencana Berbasis Rumah Ibadah untuk masyarkat di Cimahi, diadakan pada tanggal 19 Juni 2024. Kegiatan ini dibuka dengan doa sekaligus sambutan hangat dari Bapak Teguh Priyanto, selaku yang menfasilitasi kegiatan ini di Cimahi.
BACA JUGA : Membekali Guru PKBM OBI Tanah Merah Agar Siap Siaga dalam Menghadapi Bencana Lewat Pelatihan
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Adelina R. Simatupang yang merupakan Head of Disaster Relief Obor Berkat Indonesia. Adelina menyampaikan alasan mengapa tanggap bencana di rumah ibadah itu menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dan krusial bagi masyarakat. Ia juga membagikan pengalamannya selama mengalami gempa susulan di Kota Palu yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Di mana menurut data, banyak rumah ibadah juga rusak akibat gempa bumi. Namun dengan membangun fasilitas bangunan yang tepat, dapat menjadi harapan bagi masyarakat sebagai wadah aksi kemansiaan.
Selanjutnya pemaparan materi dilanjutkan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat, Bapak Budi Budiman Wahyu, ST.,MT. Saat itu Bapak Budi menjelaskan lebih detail mengenai efek untuk area terdampak sesar lembang untuk wilayah Jawa Barat, serta bagaimana infrastruktur yang tepat untuk rumah ibadah.
Sama seperti di pelatihan tanggap bencana di Cikarang, kegiatan pelatihan ini ditutup dengan simulasi saat gempa bumi terjadi yang dilakukan oleh peserta sesuai dengan instruksi yang diberikan.
Salah satu peserta, Bapak Hisar Tambun, seorang gembala dari IFGF Cimahi berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini bagi mereka, “Saya rasa di tempat lain ini hal penting ya, kalau tadi yang saya dengar tadi cukup bagus ya, apakah sudah lengkap dan aman gedung tersebut..”
Obor Berkat Indonesia berharap ilmu yang dibagikan bisa dibagikan kepada kerabat dan masyarakat beragama lainnya.
© Copyright 2024
Obor Berkat