
Oborberkat.com– Bencana kebakaran tahun lalu yang menimpa area sekitar Depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara memberikan dampak yang cukup besar bagi warga padat penduduk di Tanah Merah.
Kejadian tragis yang telah menelan korban jiwa ini memberikan trauma pada keluarga di Tanah Merah. Namun mereka tidak mampu untuk keluar dari sana, sebab keluarga mereka menggantungkan hidupnya di kampung kecil Rawa Sengon.
Maka dari itu alternatif yang bisa diberikan adalah dengan membekali mereka ilmu untuk siap siaga dalam menghadapi bencana serupa. Yayasan Obor Berkat Indonesia melalui head of Disaster Relief menyalurkan ilmu tersebut dengan memberikan Pelatihan Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Gempa Bumi.
BACA JUGA : Pelatihan OBI : Pembuatan Pupuk Kompos dari Bahan Sederhana
Pelatihan ini dipandu oleh Adelina R. Simatupang, S.Psi, MA, dianggap sangat penting. Dalam payung hukum, yakni Undang-Undang No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Alam, telah dijelaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi tentang bencana alam, tegas Adeliana.
Selama pelatihan tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk menganalisa risiko dari bencana kebakaran dan gempa bumi di Kampung Rawa Sengon, serta peta evakuasi saat terjadi bencana kebakaran dan gempa bumi.
“Dengan pelatihan yang kami peroleh ini, kami akan buat peta simulasi, kami akan tempelkan di ruang kelas kami masing-masing. Supaya anak-anak paham apa yang harus mereka lakukan saat kebakaran atau gempa bumi itu terjadi…” ungkap Bapak Nelson, salah satu guru dari PKBM OBI Tanah Merah.
Pelatihan Tanggap Bencana ini tidak hanya diadakan di Tanah Merah, tapi juga diadakan di Cikarang pada 18 Juni 2024 dan di Cimahi pada 19 Juni 2024. Dari pelatihan ini diharapkan semakin meningkatnya kepekaan kita terhadap praktik persiapan untuk menghadapi bencana alam yang akan datang, sehingga bisa meminimalisir risiko yang masyarakat
Salam Siaga, Sahabat OBI!
© Copyright 2024
Obor Berkat