Waspada! Inilah 12 Titik Gempa Megathrust di Indonesia

Indonesia adalah negara yang sering mengalami gempa bumi karena berada di pertemuan tiga lempeng tektonik besar. Salah satu jenis gempa yang paling berbahaya adalah gempa megathrust. Gempa ini bisa sangat kuat dan bahkan bisa menyebabkan tsunami.

Bagaimana Gempa Megathrust Terjadi?

Gempa Megathrust terjadi ketika dua lempeng bumi bertabrakan. Salah satu lempeng kemudian bergerak ke bawah yang lain. Ketika tekanan di antara lempeng ini menjadi terlalu besar, lempeng bisa tiba-tiba patah dan menyebabkan gempa bumi yang sangat kuat.

Gempa megathrust bisa mencapai kekuatan lebih dari 8,0 pada skala Richter, yang bisa menyebabkan kerusakan besar dan tsunami.

12 Titik Daerah yang Berisiko Mengalami Gempa Megathrust

Hampir semua wilayah Indonesia yang berada dekat dengan pertemuan lempeng tektonik berisiko mengalami gempa megathrust. Beberapa daerah yang di prediksi paling berisiko adalah :

  1. Megathrust Mentawai-Pagai dengan potensi gempa M8,9
  2. Megathrust Enggano dengan potensi gempa M8,4
  3. Megathrust Selat Sunda dengan potensi gempa M8,7
  4. Megathrust Jawa Barat-Jawa Tengah dengan potensi gempa M8,7
  5. Megathrust Jawa Timur dengan potensi gempa M8,7
  6. Megathrust Sumba dengan potensi gempa M8,5
  7. Megathrust Aceh-Andaman dengan potensi gempa M9,2
  8. Megathrust Nias-Simelue dengan potensi gempa M8,7
  9. Megathrust Mentawai-Siberut dengan potensi gempa M8,9
  10. Megathrust Sulawesi Utara dengan potensi gempa M8,5
  11. Megathrust Filipina dengan potensi gempa M8,2
  12. Megathrust Papua dengan potensi gempa M8,7

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana?

Terlepas dari titik prediksi daerah yang berisiko, perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan yang menyeluruh. Salah satunya dengan menyiapkan Tas siaga bencana, berikut isi yang perlu anda siapkan :

  1. Dokumen dan Surat Berharga, berupa surat tanah, surat kendaraan, akta lahir, ijazah yang dapat dibungkus dengan plastik kedap air.
  2. Pakaian dan Perlengkapan Ibadah, berupa set pakaian yang cukup untuk 3 hari.
  3. Perlengkapan P3K dan Obat, berupa obat pertolongan pertama dan obat-obatan pribadi.
  4. Makanan Ringan Tahan Lama, berupa makanan praktis, mudah diolah, mudah dimakan dan dapat bertahan selama 3 hari. Seperti Mie Instan, biskuit, abon, cokelat batang, dll.
  5. Power Bank yang Telah diisi Full dan Baterai Cadangan, karena ketika bencana terjadi sambungan listrik akan diputus.
  6. Peralatan Mandi, Masker, Hand Sanitizer.
  7. Uang Tunai.
  8. Selimut.
  9. Air Mineral
  10. Kantong Plastik
  11. Foto Keluarga, hal ini untuk mempermudah identifikasi keluarga yang terpencar akibat bencana.
  12. Pluit, digunakan untuk mengirimkan sinyal pertolongan darurat (SOS)
  13. Alat Bantu Penerangan, terutama senter dan korek api. Bisa juga membawa lilin dan headlamp.
Share berita baik ini yuk!