Waspada! Berikut 7 Penyakit yang Timbul Karena Menggunakan Air yang Tercemar

Air bersih adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup. Namun, masih banyak orang di dunia yang tidak memiliki akses ke sumber air bersih yang memadai, terutama di negara-negara berkembang.

Wakil Presiden Indonesia pernah mengungkapkan setidaknya ada 35 kabupaten di Indonesia yang tidak memiliki akses air bersih. “Angkanya berkisar 4,48 persen sampai dengan 97,21 persen,” tutur Wakil Presiden KH Ma’aruf Amin saat membuka acara Asia International Water Week ke-2 di Labuan Bajo, tahun 2022 lalu.

Salah satu faktor yang mempengaruhi ketersediaan dan kualitas air bersih adalah kemiskinan. Kemiskinan menyebabkan orang-orang tidak mampu membangun atau memelihara infrastruktur air yang baik, seperti pipa, sumur, pompa, atau fasilitas pengolahan air. Akibatnya, mereka terpaksa mengandalkan sumber air yang tercemar, seperti sungai, danau, atau genangan air, yang bisa mengandung bakteri, virus, parasit, logam berat, atau bahan kimia berbahaya.

Penggunaan air yang tidak layak konsumsi dapat menimbulkan dampak negatif yang serius bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa ditimbulkan dari mengonsumsi atau menggunakan air yang tidak bersih :

  • Diare, penyakit yang ditandai dengan buang air besar cair dan sering, yang bisa menyebabkan dehidrasi, kekurangan gizi, atau kematian. Diare bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang hidup di air tercemar.
  • Kolera, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, yang bisa menyebabkan diare berat, muntah, kram perut, dan sakit kepala. Kolera bisa menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi.
  • Tifus, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang bisa menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, tubuh lemah, diare, dan sakit perut. Tifus bisa menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi.
  • Hepatitis A, penyakit yang menyerang hati, yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Hepatitis A bisa menyebabkan demam, mual, muntah, kuning, dan nyeri perut. Hepatitis A bisa menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi oleh feses orang yang terinfeksi.
  • Disentri, penyakit yang ditandai dengan buang air besar berdarah atau berlendir, yang bisa menyebabkan kram perut, muntah, dan demam. Disentri bisa disebabkan oleh bakteri atau parasit yang hidup di air tercemar.
  • Infeksi mata (trakoma), penyakit yang menyerang mata, yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi mata bisa menyebabkan mata merah, gatal, berair, dan bengkak. Infeksi mata bisa menular melalui air atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
  • Demam berdarah, penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah bisa menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, ruam, dan perdarahan. Demam berdarah bisa berkaitan dengan air yang tercemar karena nyamuk bisa berkembang biak di genangan air bersih.

Untuk mengatasi masalah air bersih, diperlukan kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak, seperti pemerintah, swasta, dan masyarakat setempat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain :

  • Meningkatkan akses dan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan perkotaan yang miskin, dengan membangun atau memperbaiki infrastruktur air, seperti pipa, sumur, pompa, atau fasilitas pengolahan air.
  • Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya air bersih dan sanitasi bagi kesehatan dan lingkungan, dengan melakukan sosialisasi, edukasi, atau kampanye melalui media massa, sekolah, atau kelompok masyarakat.
  • Meningkatkan kualitas dan pengelolaan sumber air, dengan melakukan pemantauan, pengujian, atau perlindungan terhadap sumber air yang berpotensi tercemar, seperti sungai, danau, atau genangan air, serta menerapkan standar kesehatan dan lingkungan yang sesuai.
  • Meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, dengan melibatkan mereka dalam perencanaan, pelaksanaan, atau pemeliharaan proyek air bersih dan sanitasi, serta memberikan insentif atau bantuan finansial bagi mereka yang membutuhkan.
  • Meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah, swasta, masyarakat, dan organisasi internasional, dengan menyelaraskan kebijakan, program, atau proyek air bersih dan sanitasi, serta mengalokasikan sumber daya yang cukup dan efisien.

Dengan demikian, kemiskinan dan air bersih adalah dua hal yang saling berkaitan dan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Penggunaan air yang tidak layak konsumsi dapat menimbulkan dampak negatif yang serius bagi kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, Obor Berkat Indonesia berupaya membuat Rain Water Harvesting System (RWHS) atau dikenal juga dgn Sistem Memanen Air Hujan sebagai sumber air alternatif di beberapa desa, terutama daerah tepelosok di NTT dan Nias.

Mari bersama OBI ikut memenuhi kebutuhan air bersih di beberapa desa. Ulurkan tangan dengan kontribusi donasi ke: Yay. Obor Berkat Indonesia – BCA – A/c: 522 0309 292 atau HUBUNGI KAMI DISINI

Share berita baik ini yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *