“Vina takut.” Begitu kata Ervina Nofitasari, seorang anak peremouan berusia 9 tahun yang saat ini masih duduk di bangku kelas 1 SD. Ia salah satu anak didik sanggar belajar School of Life GIA Jemaat Puri Anjasmoro, kota Semarang.
Beberapa waktu yang lalu, Ervina kembali menceritakan kejadian paling menyedihkan dan menakutkan di hidupnya. Ia pernah mengalami pelecehan seksual, sebuah kejadian tidak menyenangkan yang menyentuh batas keamanan dirinya sebagai seorang anak perempuan. Peristiwa itu meninggalkan ketakutan yang cukup dalam yang tidak bisa ia pahami.
Perubahan sikapnya terlihat jelas. Ia menjadi lebih pendiam, mudah cemas, dan sering menghindar ketika harus berada di dekat anak laki-laki. Rasa takut itu membuatnya merasa tidak aman dalam pergaulan sehari-hari.
Sementara itu kondisi keluarga Ervina juga tidak mudah. Ayahnya harus menjalani proses hukum karena beberapa tuduhan yang diterima dan ibunya bekerja dari pagi hingga malam untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Semenjak kejadian itu, ketidakhadiran orang dewasa di rumahnya yang membuat Ervina jauh dari pengawasan dan kata ‘aman’ dari orang yang berbuat jahat padanya.
Namun perlahan, harapan mulai muncul melalui pendampingan di sanggar belajar School of Life. Para tutor mendampingi Ervina dengan sabar dan penuh perhatian. Pada awalnya, tidak mudah baginya untuk terbuka. Ia masih menyimpan banyak ketakutan. Tetapi melalui pendekatan yang hangat, Ervina mulai merasa lebih aman untuk bercerita.
Melalui kegiatan belajar dan materi dalam kurikulum School of Life, Ervina diajak memahami dirinya, lingkungannya, serta belajar berdamai dengan pengalaman pahit yang pernah ia alami. Ia juga belajar bahwa masa lalu yang sulit tidak harus menentukan masa depannya.
Perlahan, perubahan mulai terlihat. Ervina mulai kembali tersenyum dan berani bergaul dengan teman-temannya di sanggar belajar. Bahkan kini ia sudah mulai merasa lebih nyaman bermain bersama teman laki-laki.
Perjalanan Ervina masih panjang. Namun langkah kecil yang ia ambil hari ini menunjukkan bahwa harapan selalu ada, terutama ketika seorang anak mendapatkan lingkungan yang aman, pendampingan yang tulus, dan kesempatan untuk kembali percaya.
© Copyright 2024
Obor Berkat