Keluarga Cahaya (9 tahun) tinggal di Tanah Merah, Jakarta Utara. Cahaya adalah anak bungsu dari empat bersudara. Kini ia bersekolah kelas 4 Paket B (setara SD) di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) OBI yang terletak tidak jauh dari tempat tinggalnya. Di lingkungan sekolah, Cahaya dikenal sebagai seorang anak yang sangat pendiam.
Sifat pendiam ini juga mempengaruhi kemampuannya dalam berinteraksi sosial dengan teman-teman sekelasnya. Pada suatu kesempatan, Cahaya memilih duduk sendiri dan tidak bergabung dengan teman-teman lainnya, karena ia hanya mau berteman dengan sejumlah orang tertentu saja.
Cahaya merasa sangat senang ketika mamanya datang menjemputnya di sekolah, namun selain itu, ia kembali menjadi pendiam dan menyendiri. Melihat hal ini, gurunya memutuskan untuk memberikan konseling kepada Cahaya. Cahaya juga diberikan motivasi yang bertujuan untuk membangun karakternya. Di kelas, Cahaya menonton tayangan yang memotivasi dan menginspirasi. Saat gurunya menjelaskan kembali tujuan dari tayangan tersebut. Cahaya, yang duduk di bangku paling depan, mulai membuka hatinya, dan pada akhirnya ia menyadari bahwa selama ini ia terlalu membedakan dalam memilih teman. Cahaya berjanji untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan berkeinginan menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Sejak saat itu, Cahaya mulai menunjukkan perubahan dengan sikap yang lebih terbuka dan mulai mendekati teman-temannya serta bersedia bergaul dengan siapa saja. Saat ini, Cahaya telah memiliki banyak teman dan tidak lagi merasa kesepian. Perubahan ini terjadi karena Cahaya berhasil mengatasi rasa canggungnya, memperluas lingkaran pergaulannya, dan menjadi lebih sosial. Melalui tayangan motivasi dan bimbingan dari gurunya, Cahaya berhasil membangun persahabatan, pertumbuhan pribadi, serta kesiapan untuk menerima orang lain apa adanya.
© Copyright 2024
Obor Berkat