Oborberkat.com-Jumat, 7 Maret 2025, sebanyak 50 guru dan 250 siswa dari berbagai SD di kota Gunungsitoli mengikuti pelatihan serta simulasi tanggap bencana gempa bumi di Gunungsitoli. Kegiatan ini berlangsung di SD Swasta OBI Fodo Nias sebagai kerja sama antara Obor Berkat Indonesia dengan BPBD dan Dinas Pendidikan Gunungsitoli, Nias.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan guru dalam menghadapi gempa bumi yang sering terjadi di Nias. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan mencakup pengenalan bencana, penyelamatan diri, serta pertolongan pertama pada korban gempa.
Para siswa juga mengikuti simulasi gempa, belajar berlindung di bawah meja, serta melakukan evakuasi ke tempat lebih aman. “Saya senang mengikuti simulasi ini karena mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan refleksi atas gempa besar di Indonesia,” ujar Sadari Zebua, salah satu guru SD yang mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini mendapat apresiasi karena membantu meningkatkan kesadaran serta kesiapan siswa dan guru menghadapi bencana di wilayah mereka. Sebanyak 200 siswa dan 50 guru dari delapan sekolah ikut serta dalam simulasi yang digelar oleh Yayasan Obor Berkat Indonesia.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan dan simulasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat gempa agar bertindak cepat dan tepat. Selain itu setiap peserta didik juga mendapatkan “Tas Siaga Bencana” yang berisi map plastik, pluit, masker, kasa, senter, dan handsanitizer.
Sadari Zebua menyatakan bahwa kegiatan ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan, terutama bagi sekolah yang dekat dengan laut di Nias. “Kami akan menerapkan simulasi ini di sekolah agar siswa lebih siap menghadapi potensi gempa di daerah kami.”

Simulasi ini bertujuan membentuk pola pikir anak-anak agar lebih waspada dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat. “Terima kasih telah melatih kami menghadapi gempa. Jika terjadi gempa, kami bisa lebih siaga melindungi diri,” ungkap Cella, siswi SD Swasta OBI Fodo, Nias.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan serta siap menghadapi bencana. Mereka juga diharapkan menularkan ilmu yang diperoleh kepada keluarga serta teman-teman di lingkungan tempat tinggal mereka.
Dengan adanya dua kegiatan simulasi gempa ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan dan siap menghadapi bencana. Mereka juga diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat kepada keluarga dan teman-teman di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kegiatan pelatihan tanggap bencana dan simulasi guncang gempa ini merupakan bagian dari program pemerintah kota Gunungsitoli dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, kota Gunungsitoli dapat menjadi daerah yang tangguh bencana.
© Copyright 2024
Obor Berkat