Tidak Ada Doa yang Terlalu Kecil di Hadapan Tuhan-Raafy Rizky

Tidak Ada Doa yang Terlalu Kecil di Hadapan Tuhan-Raafy Rizky

Doa seorang anak lahir dari hati yang jujur dan murni. Ketulusan itu membuat doa mereka memiliki kuasa yang luar biasa. Begitu pula dengan kisah Raafy Rizky, siswa kelas 4 SD yang belajar di sanggar belajar School of Life GBI Rock Madiun. Di usianya yang masih muda, Raafy belajar tentang kekuatan doa yang sanggup mengubah segalanya, bahkan hati ayahnya sekalipun.

Raafy lahir di tengah keluarga dengan perbedaan keyakinan. Dulu, ayah Raafy belum mengenal Kristus, berbeda dengan ibunya yang sudah menjadi pengikut Kristus sejak lahir. Meski berbeda keyakinan, keduanya tetap bekerja keras untuk keluarga. Dari pagi hingga sore, mereka menjalankan usaha salon keliling dari rumah ke rumah, dan berjualan es teh. Usaha es teh ini merupakan bagian dari program UMKM binaan OBI yang membantu mereka bertahan di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan. Namun, di balik kehidupan mereka yang sederhana, Raafy memiliki pergumulan besar terhadap ayahnya.

Sejak Raafy masih kecil, Ibunya selalu mengajak kedua anaknya untuk beribadah ke gereja. Tapi ajakan itu selalu berakhir dengan penolakan dari sang ayah. Ayahnya berharap Raafy atau kakaknya mengikuti keyakinan yang ayahnya peluk. Padahal tindakan yang ayahnya lakukan tidak sejalan dengan ajaran agama yang ayahnya peluk.

Perbedaan antara mereka seringkali menimbulkan pertengkaran di dalam rumah mereka. Kebiasaan buruk ayahnya yang saat itu sulit hilang turut menjadi bumbu pertengkaran tersebut. Meski begitu, Ibunya tidak pernah menyerah. Ia terus berdoa dan mengajarkan anak-anaknya untuk tetap mengasihi ayah mereka, bukan membencinya.

Hal inilah yang membuat selalu terbesit di hati Raafy agar ayahnya bisa menjadi pengikut kristus. Ia masih mengingat bagaimana Tuhan mengabulkan doa Nabi Elia dari kisah Superbook yang ia tonton di School of Life. Sampai pada suatu hari, Tuhan menjawab doa mereka dengan cara yang tak terduga. Ayah Raafy tiba-tiba sakit parah dan harus menjalani operasi batu empedu dan usus buntu. Saat itulah Raafy berdoa dengan sepenuh hati, memohon agar Tuhan Yesus menolong ayahnya dan memberi kekuatan untuk menjalani operasi. Ia menangis, percaya bahwa Tuhan pasti mendengarnya.

Dan benar, Tuhan menjawab doa itu. Operasi berjalan lancar, dan ayah Raafy pulih dengan cepat. Namun mujizat terbesar bukan hanya kesembuhan itu, melainkan perubahan hatinya. Perlahan, ayah mulai mendengarkan lagu rohani, lalu ikut beribadah, hingga akhirnya menerima Tuhan Yesus dan dibaptis. Kini, keluarga kecil ini beribadah bersama setiap minggu. Raafy belajar satu hal berharga, tidak ada doa yang terlalu kecil di hadapan Tuhan.

Share berita baik ini yuk!