Tetap Berdiri untuk Anak-Anak Meski Dana Terbatas

Memulai pelayanan anak usia dini ibarat menabur benih di lahan kosong, penuh perjuangan dalam proses penggarapannya. Apalagi ditengah kondisi serba terbatas dari segi biaya operasional dan fasilitas. Diperlukan kesabaran dan ketekunan dalam proses penggarapannya agar dapat bertumbuh dengan baik. seperti inilah kisah dari Ibu Tri Armiyati dan suaminya, Pak Yedi Wibisono.

Sejak awal mereka menaruh hati di pelayanan anak usia dini, tidak jarang pasangan suami istri ini harus merogoh uang pribadi mereka untuk mendukung biaya operasional TK Generasi Emas Grace, Lampung.

Terlebih lagi beberapa waktu lalu, saat tahun ajaran baru dimulai, Ibu Tri Armiyati, Kepala Sekolah sekaligus guru kelas B TK Generasi Emas Grace di Candra Kencana, mulai kelimpungan karena biaya operasional sekolah sangat minim.

Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dari pemerintah untuk enam bulan, Januari hingga Juni 2025, hanya sebesar Rp 2.100.000. Dana ini harus digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kegiatan belajar dan bermain anak-anak, transportasi guru, buku administrasi, hingga perbaikan sarana prasarana. Dengan anggaran yang terbatas, Bunda Tri dan tim mengelolanya dengan ketat agar semua kebutuhan tetap terpenuhi.

Kondisi ini semakin sulit karena kebijakan BOP saat ini hanya memperbolehkan maksimal 40% dana digunakan untuk honor guru. Padahal, kesejahteraan guru sangat penting agar mereka tetap bersemangat mendidik anak-anak.

Di tengah keterbatasan itu, Bunda Tri mendapatkan kabar baik. Yayasan CBN memberikan subsidi gaji guru setiap bulan. Bagi Bunda Tri, bantuan ini bagaikan hujan di musim kemarau. Subsidi tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberi dorongan semangat untuk terus setia mengajar dan membimbing anak-anak usia dini.

“Saya bersyukur sekali atas berkat ini,” ujar Bunda Tri dengan mata berbinar. “Tuhan mempertemukan saya dengan orang-orang yang peduli dengan pemuridan anak. Bantuan ini membuat saya dan rekan-rekan guru bisa terus berkarya bagi masa depan anak-anak.”

Meskipun masih banyak tantangan di depan mata yang harus Ibu Tri hadapi, akan tetapi semangatnya untuk memuridkan anak-anak tidak pernah pudar. Terima kasih sudah menjadi bagian penting dalam perjuangan TK Generasi Emas Grace.

Share berita baik ini yuk!