20 Oct

Fidel Belajar Mengendalikan Emosi dan Menjadi Anak yang Membawa Damai

Fidel, anak 10 tahun dari Nias, belajar mengendalikan emosi melalui program School of Life. Kini ia berubah menjadi anak yang penuh kasih dan membawa damai bagi teman-temannya.

READ MORE
18 Sep

Dari Rasa Takut Menjadi Percaya Diri: Perjalanan Fanya Menuju SMP Impian

Fanya, siswi School of Life di Gereja Baptis Indonesia Segrumung, Boja, awalnya diliputi rasa takut dan kurang percaya diri saat hendak masuk SMP favorit. Melalui kelas karakter dan pemuridan, ia belajar self awareness, berdoa, dan mengandalkan Tuhan hingga berani melangkah menuju masa depan.

READ MORE
17 Sep

Kisah Heriyadi Fino Guardiola

Heriyadi Fino Guardiola, remaja 13 tahun asal Desa Malosa, Bengkayang, Kalimantan Barat, sudah bertahun-tahun menderita hernia inguinalis sejak usia dua tahun. Keterbatasan ekonomi membuat keluarganya tak mampu membiayai operasi, meski benjolan di selangkangannya sering kambuh hingga mengganggu sekolah dan aktivitas bermain bola. Berkat program operasi gratis dari OBI, Fino kini memiliki harapan baru untuk sembuh dan meraih masa depan yang lebih sehat serta percaya diri, sekaligus memberi kelegaan bagi orang tuanya.

READ MORE
15 Sep

Holy Belajar Mengasihi: Perjalanan Anak 11 Tahun Melawan Sikap Bullying

Kisah Jessica Holy, siswi 11 tahun dari Semarang, yang belajar berhenti mengolok-olok teman dan berusaha mengasihi lewat kelas karakter SOL. Dari anak yang suka iseng, Holy kini berubah menjadi teman yang lebih menyenangkan dan membawa sukacita bagi sekitarnya.

READ MORE
27 Aug

Dari Bullying ke Perubahan: Kisah Alvaro Belajar Mengendalikan Emosi

Kisah Alvaro menunjukkan bahwa bullying anak bisa diatasi. Dengan dukungan orang tua dan kelas karakter, ia belajar mengendalikan emosi dan memaafkan.

READ MORE
14 Aug

Belajar Bersyukur Bersama Prisiliya

Prisiliya tumbuh bersama opa dan oma di desa Rinondor. Rindu pada orang tuanya sempat membuatnya sedih dan pendiam, namun melalui dukungan School of Life, ia belajar bersyukur dan percaya diri. Kini, Prisiliya rajin belajar, membantu keluarga, dan melihat masa depan dengan penuh harapan.

READ MORE