Zefanya, atau biasa dipanggil Fanya, berusia 12 tahun dan baru saja luus dari SD di SDN Meteseh 05. Setelah lulus, Fanya justru dihantui kebingungan, ia ingin melanjutkan sekolah ke SMPN 01 Boja, sekolah favorit di wilayahnya, namun khawatir tak mampu bersaing.
Rasa tidak percaya diri muncul karena Fanya merasa kurang pandai dibanding teman-temannya, ketakutan itu membuatnya sering menjadi sangat sensitif seperti mudah marah dan menangis.
Semua mulai berubah ketika Fanya bergabung dengan kelas pengembangan karakter di School of Life (SOL) yang diselenggarakan di Gereja Baptis Indonesia Segrumung, Boja. Di sana, tema Self Awareness menjadi pintu masuk ia belajar menyelami perasaan sedih, takut, dan marah. Fanya diajarkan untuk mengenali dan mengendalikan emosi tersebut agar tidak merugikan dirinya maupun orang lain.
Di kelas pemuridan yang juga diadakan SOL Segrumung, kisah Ratu Ester menjadi sumber inspirasi besar untuknya. Ester yang berani menghadapi rintangan dengan iman mengajarkan bahwa dengan mengandalkan Tuhan dan usaha sungguh-sungguh, semua ketakutan bisa didekati dengan keberanian. Mentor-mentor SOL mengajak Fanya untuk berdoa, mengungkapkan harapannya secara jujur, dan bersiap menerima apapun hasilnya dengan hati yang bersyukur.
Kini, Fanya mulai merasakan perubahan nyata. Ia belajar untuk diam sejenak saat rasa cemas muncul dan memilih berdoa. Kepercayaan dirinya tumbuh: ia mulai yakin bahwa dia bisa berusaha memasuki SMP impiannya sambil tetap mengandalkan Tuhan. Walau hasil belum pasti, Fanya tahu bahwa setiap langkahnya penting dan bahwa ada rencana indah yang Tuhan siapkan. Kisahnya mengingatkan kita bahwa dengan self awareness, iman, dan usaha, rasa takut bisa diubah menjadi kekuatan.
© Copyright 2024
Obor Berkat