Sering Mencuri, Selly Mendapatkan Bimbingan dan Berubah

Sering Mencuri, Selly Mendapatkan Bimbingan dan Berubah

Selly Nakeba Tefu (10 tahun) merupakan salah satu anak didik paket A PKBM OBI Tanah Merah yang memiliki kebiasaan mencuri di lingkungannya. Sebagai anak sulung, ia tidak dapat menjadi teladan yang baik untuk kedua adiknya.

Selain mengikuti sekolah di PKBM OBI Tanah Merah, Selly juga bergabung dengan sanggar belajar School of Life Perjuangan untuk pelajaran tambahan. Seiring berjalannya waktu, guru-guru mengetahui kebiasaan buruk Selly, yaitu mencuri.

Selly yang Sering Mencuri

Ia pernah mengambil barang orang lain tanpa izin, seperti mencuri buah dari pohon orang lain dan peralatan make-up dari tetangga. Perilaku ini sudah berlangsung cukup lama, hingga membuat orang-orang di sekitar mengenalinya sebagai pencuri. Namun, Selly belum menyadari dampak negatif dari perbuatannya itu.

Diketahui perbuatan ini karena Selly selalu merasa kekurangan, sebab ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Ia tinggal bersama orang tuanya di sebuah kontrakan kecil di Rawasengon, Jakarta Utara. Ayahnya bekerja sebagai sopir, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Meskipun begitu orangtuanya sangat menyayangi anak-anaknya.

Perjalanan Pertobatan Selly

Suatu hari, Selly mengalami kecelakaan yang mengubah pandangannya. Saat mencuri buah belimbing dari pohon, Selly terjatuh dan giginya patah. Meski demikian, ia tetap melanjutkan perbuatannya dengan mencuri make-up di rumah tetangga. Kejadian ini meninggalkan rasa malu yang mendalam pada dirinya. Setiap kali ia tersenyum, ia merasa canggung dan teringat bekas giginya yang patah.

Mendengar perbuatannya, guru-guru sanggar belajar mulai membimbing dan membina Selly agar bertobat. Materi yang disampaikan saat itu adalah Tubuhku adalah Bait Allah, yaitu pengajaran bahwa tubuh kita yang harus dihargai, dirawat dan digunakan dengan baik.

Mendengar penjelasan gurunya, Selly belajar untuk menerima dirinya sendiri dan melepaskan perasaan bersalah yang selama ini ia bawa.

Setelah lima bulan bergabung dengan sanggar belajar School of Life, Selly mengalami perubahan yang luar biasa. Ia tidak hanya memahami bahwa tubuhnya adalah anugerah dari Tuhan, tetapi juga merasa damai menerima dirinya apa adanya. Kini, Selly berkomitmen untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama dan menjaga dirinya dengan baik.

Obor Berkat Indonesia terus berkomitmen untuk memberikan akses pendidikan secara gratis, tidak hanya dari sisi akademis, tetapi juga dalam pembentukan karakter anak-anak seperti Selly.

Berkat dukungan Anda, semakin banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan yang sama kepada anak-anak di Tanah Merah untuk belajar dan berkembang. Mari terus berdonasi agar lebih banyak anak mendapatkan akses pendidikan gratis yang dapat mengubah hidup mereka, seperti yang dialami Selly.

Share berita baik ini yuk!