Jagat maya sempat dihebohkan oleh seorang konten kreator TikTok yang menyebutkan beberapa merk air minum dalam kemasan yang mengandung bromat. Ia menyebutkan salah satu air minum kemasan yang mengandung bromat melebihi kadar aman dapat beresiko kanker.
Sontak kabar ini membuat banyak orang panik, karena merk yang disebutkan adalah merk air mineral kemasan yang paling umum dikonsumsi. Sebelum terlalu jauh, lebih baik kita mengenali terlebih dahulu apa itu Kandungan Bromat.
Dilansir dari liputan6, Bromat merupakan produk sampingan yang terbentuk ketika air minum didesinfeksi dengan proses ozonasi. Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, bromat bukan senyawa yang normal terdapat secara alami di air. Kemudian ia menambahkan bahwa bromat tidak memiliki rasa atau warna.
Kandungan bromat dapat ditemukan pada air yang melalui tahap sterilisasi dengan proses ozonasi. Sedangkan ozonasi adalah proses penggunaan ozon untuk menghilangkan polutan, baik secara langsung melalui interaksi kontaminan ozon atau secara tidak langsung. Kemudian bromat akan muncul saat ozon yang digunakan untuk mendesinfesksi air minum beraksi dengan bromida alami yang ditemukan di sumber air.
Bromida mengandung unsur yang bermuatan negatif (Brom/Br), sehingga ketika di ozonasi Brom yang bermuatan negatif bisa bereaksi dengan ozon atau O3 dan terbentuklan senyawa Bromat atau BrO3.
Kandungan bromat dalam air minum masih diperbolehkan asal tidak melebihi 10 mcg per liter. Hal ini bedasarkan batas atas potensi kanker untuk bromat adalam 0,19 per mg/kg berat badan per hari.
Pada hasil studi uji coba dengan hewan, ditemukan bromat dapat memicu kanker namun belum diketahui dampaknya pada manusia.
Sejauh ini keracunan bromat dengan dosis tinggi jarang terjadi, kecuali orang dengan sengaja atau tidak sengaja menelan cairan kimia yang mengandung bromat.
Efek yang ditimbulkan pada orang yang keracunan bromat adalah :
Namun efek ini dapat kembali normal atau tidak menetap.
BPOM yang mengatur regulasi tentang minuman dan makanan dan mengacu pada SNI yang telah diatur oleh BSN (Bada Standardisasi Nasional).
Pada air minum kemasan, terkhusus air mineral pengawasannya mengacu pada SNI dan peraturan SNI 3553:2015. Kemudian kandungan bromat dengan standar SNI sudah sesuai dengan standar WHO.
Maka dari itu menanggapi berita yang beredar, BPOM membantah kalau air minum kemasan yang beredar di Indonesia melebih kandungan bromat yang telah ditentukan. Selain itu, pihak merk air mineral yang sempat dituding memiliki kandungan bromat tinggi juga membantah informasi yang beredar. Jadi, jangan takut untuk mengonsumsi air mineral kemasan selagi hal itu sudah melewati pengawasan BPOM. Namun, jika sudah merasakan gejala-gejala yang disebutkan diatas setelah minum air kemasan, segera periksakan diri ke dokter atau tenaga profesional!
© Copyright 2024
Obor Berkat
Leave a Reply