Program makan gratis yang menyasar 600.000 anak usia sekolah telah berjalan selama seminggu. Semenjak dimulai pada 6 Januari 2025, program ini telah menuai berbagai komentar dari berbagai sisi. Sebagian besar komentar mengarah pada variasi menu makanan yang dibagikan kepada anak-anak.
Namun dari berbagai menu makanan yang tersebar di media sosial, apakah sudah memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi anak?
Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah panduan untuk asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari. AKG dirancang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizinya agar tetap sehat dan produktif. Setiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda-beda berdasarkan umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menerbitkan panduan Angka Kecukupan Gizi yang terdiri dari:
Misalnya, Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk anak usia sekolah:
Anak Usia 7-9 Tahun
Anak Usia 10-12 Tahun
Porsi makanan dari program Makan Gratis disesuaikan dengan kebutuhan kalori anak. Misalnya, siswa SMP mendapatkan sekitar 600 kalori per porsi, sedangkan siswa SD mendapatkan sekitar 300 kalori per porsi. Di mana sudah dapat memenuhi 17% kalori yang dibutuhkan dalam sehari.
Program Makan Gratis yang dimulai pada 6 Januari 2025 untuk 600.000 anak usia sekolah mendapat perhatian terkait variasi menu makanan yang dibagikan. Makanan yang disediakan sudah disesuaikan dengan kebutuhan kalori anak, seperti 600 kalori untuk siswa SMP dan 300 kalori untuk siswa SD, mencakup 17% dari kebutuhan kalori harian. Penting untuk memastikan bahwa menu yang dibagikan memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) agar mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak.
© Copyright 2024
Obor Berkat