Sekolah Sementara untuk Anak Terdampak Bencana di Sumatera

Sekolah Sementara untuk Anak Terdampak Bencana di Sumatera

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera berdampak langsung pada kehidupan anak-anak, terutama pada akses mereka terhadap pendidikan yang aman dan berkelanjutan. Kerusakan fasilitas sekolah memaksa proses belajar mengajar dilakukan di tenda darurat, dengan keterbatasan ruang, kenyamanan, dan rasa aman bagi anak-anak.

Merespons kondisi tersebut, Obor Berkat Indonesia (OBI) melakukan assessment lapangan bersama pemangku kepentingan lokal dan menetapkan dua lokasi prioritas untuk pembangunan sekolah sementara sebagai bagian dari pendekatan Child Protection in Humanitarian Action (CPHA). Pembangunan sekolah sementara direncanakan dimulai pada minggu kedua Februari, dengan target awal Maret anak-anak sudah dapat menggunakan ruang-ruang kelas yang baru.

Sekolah sementara pertama akan dibangun di Desa Alur Jambu, Kabupaten Aceh Tamiang. SD Negeri Alur Jambu saat ini melayani 117 anak dengan dukungan 14 tenaga pendidik. Pascabencana, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di tenda pengungsian, dan belum seluruh anak dapat kembali bersekolah karena keterbatasan akses serta kondisi psikososial yang masih dalam tahap pemulihan. Sekolah ini menyelenggarakan pembelajaran untuk enam rombongan belajar yang mencakup seluruh jenjang kelas sekolah dasar (kelas 1–6). Sekolah sementara akan dibangun di area hunian sementara (huntara) dengan tiga ruang belajar aman, yang telah disetujui oleh Dinas Pendidikan dan pemerintah desa. Ke depannya, bangunan ini juga direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar komunitas dan taman bacaan.

Sekolah sementara kedua direncanakan dibangun di Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah. SD Negeri Pagaran Honas memiliki 103 siswa dan menyelenggarakan pembelajaran untuk enam rombongan belajar di seluruh jenjang SD. Wilayah sekolah terdampak longsor dan berada di zona berisiko, sehingga kegiatan belajar sementara dialihkan ke tenda darurat di lokasi pengungsian dan hunian sementara. Melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah setempat, rencana pendirian sekolah sementara telah memperoleh dukungan sebagai solusi transisi hingga sekolah permanen kembali aman dan layak digunakan.

Sekolah sementara tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk memulihkan rutinitas, membangun kembali rasa aman, serta mendapatkan dukungan psikososial setelah bencana. Melalui inisiatif ini, OBI berkomitmen memastikan pendidikan anak tetap berjalan, bahkan di tengah situasi darurat.

Share berita baik ini yuk!