“Sekarang Saya Punya Sukacita dan Harapan untuk Membahagiakan Mereka”-Wembri Sambur

“Sekarang Saya Punya Sukacita dan Harapan untuk Membahagiakan Mereka”-Wembri Sambur

Keterbatasan ekonomi sering kali menjadi tantangan besar bagi keluarga dengan anak-anak yang masih kecil. Hal inilah yang dialami Wembri Sambur, seorang ayah dari empat anak dari Desa Makalelon, yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga melalui pekerjaan sebagai petani upahan. Istrinya berperan penuh sebagai ibu rumah tangga, mengurus rumah sekaligus membesarkan anak-anak. Mereka tinggal di rumah milik orang lain yang dipinjamkan tanpa biaya. Meski begitu, kebutuhan penting pun sering kali sulit terpenuhi.

Beberapa kali Wembri terpaksa meninggalkan desa Makalelon untuk mencari pekerjaan di luar. Setiap kali ia pergi, istrinya harus mengurus keempat anak tanpa uang di tangan, sambil menahan rasa khawatir. “Kami selalu berharap Tuhan memberi jalan keluar,” ujarnya.

Jalan itu akhirnya datang dari tempat yang tak terduga. Berawal dari Sanggar Belajar School of Life, Suatu hari, Wembri diajak bergabung dalam kelompok pertanian yang dibentuk di sana. Tanpa pikir panjang, ia menerima tawaran itu dengan penuh antusias, berharap dapat bertani secara mandiri dan memperoleh penghasilan yang lebih layak.

Sejak bergabung, Wembri merasa menemukan keluarga baru. Di kelompok ini, ia tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga mendapatkan dukungan secara emosional. Ada doa bersama, berbagi pengalaman sebagai petani, hingga diskusi lewat kegiatan The Parenting Project yang memberinya motivasi untuk menjadi kepala rumah tangga yang lebih bertanggung jawab.

“Dulu saya sering putus asa dan menyalahkan diri karena belum bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Sekarang saya punya sukacita dan harapan untuk membahagiakan mereka,” katanya.

Share berita baik ini yuk!