SD OBI Nias Mengadakan Sosialisasi Bahaya Narkoba

Pada tanggal 11 Januari 2023, SD Swasta OBI Fodo menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Sosialisasi Anti Bullying, sebuah kegiatan yang didukung oleh pemerintah setempat. Sebanyak 60 siswa dari kelas I hingga VI turut serta dalam kegiatan ini, mewakili setiap kelas. Pembicara dalam kegiatan tersebut didatangkan langsung dari Kantor BNN Kota Gunungsitoli.

Sosialisasi Anti Narkoba tersebut dilakukan dengan berbagai tujuan. Pertama, meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya narkoba, memberikan pemahaman lebih baik mengenai dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental. Kedua, mencegah penyalahgunaan narkoba dengan mengajarkan risiko dan memberikan strategi untuk menghindari keterlibatan dalam penggunaan tersebut. Ketiga, memberdayakan siswa untuk membuat pilihan sehat dan positif, menjadi agen perubahan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Keempat, memperkuat keterampilan pengambilan keputusan siswa melalui pelatihan, membantu mereka menghindari situasi yang dapat mengarah pada penyalahgunaan narkoba. Kelima, membangun dukungan komunitas dengan melibatkan orangtua, guru, dan anggota komunitas dalam mendukung upaya pencegahan narkoba di lingkungan sekolah.

Sementara itu, dalam Sosialisasi Anti Bullying dibawakan oleh Pdt. Febly Walewangko, S.Th selaku Pimpinan CBN Ministry Center Nias. Sosialisasi ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk mengurangi insiden bullying dengan menciptakan kesadaran di antara siswa tentang dampak negatif perilaku tersebut. Selain itu, memberikan pemahaman dalam membentuk budaya sekolah yang positif, inklusif, dan ramah diupayakan, di mana setiap siswa merasa diterima dan dihormati.

Pemberdayaan siswa sebagai pelapor juga menjadi fokus, dengan mendorong mereka untuk melaporkan kejadian bullying dan memberikan dukungan kepada korban. Peningkatan keterampilan sosial siswa juga menjadi bagian dari strategi, memberikan mereka kemampuan mengatasi konflik secara konstruktif dan menghindari situasi yang dapat memicu bullying.

Selain itu, sosialisasi juga mencakup pemahaman tentang risiko cyberbullying dan etika penggunaan media sosial, serta memberikan strategi untuk mencegahnya. Semua upaya ini diarahkan untuk membangun kepercayaan dan solidaritas di antara siswa dan staf sekolah, serta melibatkan komunitas sekolah, seperti orangtua, guru, dan anggota komunitas, dalam upaya pencegahan bullying untuk menciptakan kolaborasi yang efektif.

Share berita baik ini yuk!