Saat Pengampunan Membuat Hati Jaclin Mulai Berubah

Tidak semua anak mudah menceritakan apa yang mereka rasakan. Sebagian memilih diam, menutup diri, atau menunjukkan luka hatinya lewat sikap yang sulit dimengerti orang lain. Hal itu pernah dialami Jaclin, seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang kini duduk di kelas 4 SD.

Jaclin adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ia tinggal bersama ibu dan saudara-saudaranya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang ibu berjualan di kantin sekolah. Sejak tiga tahun lalu, Jaclin tercatat sebagai salah satu siswa di sanggar belajar School of Life (SoL) GBI Jemaat Palopo.

Saat pertama kali bergabung di SoL, Jaclin dikenal sebagai anak yang tertutup. Perceraian kedua orang tuanya membuat ia sulit membuka diri. Ia juga sering bersikap keras kepala, melawan guru, dan tidak mudah mendengarkan nasihat orang tua.

Namun perlahan, perubahan mulai terlihat ketika Jaclin mengikuti pembelajaran SoL dengan tema “Siapakah Allah – Tuhan Mengampuni Aku”. Dari materi itu, Jaclin belajar bahwa hidupnya dapat menjadi berkat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Ia mulai memahami bahwa perkataan dan sikap yang baik bisa menjadi contoh bagi orang lain.

Sejak saat itu, Jaclin mengambil komitmen untuk berubah. Menurut orang tuanya, kini Jaclin lebih mudah dinasihati, mau diatur, dan mulai membantu pekerjaan sederhana di rumah seperti merapikan barang-barangnya. Meski bungsu, ia juga mulai belajar mengalah kepada kakak-kakaknya.

Perubahan Jaclin mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi keluarganya, itu adalah langkah besar. Melalui SoL, Jaclin belajar bahwa pengampunan dapat melembutkan hati dan menolong seorang anak bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Share berita baik ini yuk!