Putra Kini Bisa Membaca, Perjuangan yang Membawa Harapan

Putra Kini Bisa Membaca, Perjuangan yang Membawa Harapan

Membaca adalah pintu utama untuk belajar, tapi tidak semua anak bisa dengan mudah melewati pintu itu. Putra, seorang anak yang penuh semangat dari School of Life (SOL) GKJ Karangdowo, sempat mengalami kesulitan besar. Sejak masuk sekolah dasar, ia lambat mengenal huruf dan sulit berkonsentrasi. Akibatnya, Putra sama sekali belum bisa membaca. Hal ini membuat orang tuanya cemas, karena kemampuan membaca sangat penting untuk mengikuti pelajaran di sekolah.

Dengan penuh harapan, orang tuanya memutuskan mendaftarkan Putra ke SOL GKJ Karangdowo. Mereka percaya, lewat bimbingan yang tepat, Putra bisa berkembang. Namun, perjalanan itu tidak singkat. Dua tahun pertama, belum terlihat perubahan berarti. Putra sering merasa bosan dan lebih bergantung pada bantuan orang tua saat mengerjakan tugas sekolah.

Di tengah perjalanan itu, hadir sosok Ibu Yuli, mentor yang setia mendampingi Putra. Melalui kurikulum Aku dan Lingkungan, ia menekankan pentingnya kemandirian. Sedikit demi sedikit, Putra diajak belajar mengenal huruf, lalu menyusun suku kata sederhana. Walau awalnya sulit, kesabaran dan dorongan semangat dari Ibu Yuli membuat Putra perlahan mengalami kemajuan.

Hari ini, syukur kepada Tuhan, Putra sudah bisa membaca. Memang belum lancar sepenuhnya, tapi perkembangan ini sangat berarti. Dari yang dulu selalu tertinggal, kini Putra bisa mengikuti pelajaran di kelas. Nilai yang dulu sering merah, sekarang sudah meningkat. Bahkan, saat diberikan soal latihan di SOL, Putra mampu menjawab 7–8 pertanyaan dengan benar dari 10 soal.

Lebih dari sekadar nilai, Putra kini juga lebih mandiri. Ia sudah bisa mengerjakan tugas sekolahnya sendiri dan punya semangat baru untuk belajar. Perubahan ini membuat orang tuanya sangat bersyukur.

Kisah Putra adalah pengingat bahwa setiap anak punya potensi untuk berkembang, asalkan didampingi dengan kasih, kesabaran, dan bimbingan yang tepat.

Share berita baik ini yuk!