Klarisa Alexa Masobat, seorang anak perempuan berusia 11 tahun dan saat ini duduk di kelas 4 SD atau Paket A di PKBM OBI Tanah Harapan. Sebelumnya, Alexa sempat menempuh pendidikan di salah satu sekolah swasta di Jakarta Utara. Namun, lingkungan sekolah saat itu tidak membuatnya merasa aman.
Saat itu datang ke sekolah sudah jadi hal yang menakutkan baginya. Anak perempuan yang akrab disapa Alexa ini, seringkali jadi bahan ejekan teman-teman sekelasnya. Dimulai dari ambutnya yang keriting atau kendaraan yang orangtuanya pakai untuk mengantar Alexa ke sekolah. Karena takut disebut pengadu, Alexa memilih diam dan tidak menceritakan apa yang ia alami kepada guru maupun orang tuanya.
Tidak berhenti disitu, ia kerap kali dihukum karena salah menjawab pertanyaan. Lambat laun perlakuan yang sering ia terima menjadi luka yang ia pendam. Ia beritahukan kepada orangtuanya dan meminta untuk keluar dari sekolah. Ada salah satu tetangganya yang mengajaknya untuk bergabung di PKBM OBI Tanah Harapan, Jakarta Utara. Meskipun sempat ragu, ia akhirnya bergabung pada Juli 2025.
Pengalaman yang Alexa terima selama sekolah dulu, perlahan membuatnya kehilangan semangat belajar. Ia takut salah dalam mengerjakan tugas dari guru, takut berbaur dan takut menjawab pertanyaan yang diberikan guru padanya. Bagi Alexa, mencoba menjawab soal berarti ada risiko untuk salah, dan itu membuatnya semakin takut.
Guru PKBM OBI Tanah Harapan tidak menyerah pada Alexa, mereka berusaha untuk merangkul Alexa. Ketika ia tidak mengerti pelajaran, guru dan teman-temannya membantu. Ia tidak dibiarkan sendirian.
Melalui pendampingan guru, konseling, doa, serta pembelajaran karakter, Alexa mulai pulih. Salah satu momen yang membekas baginya adalah saat menonton Superbook episode “Mengasihi Musuhku” di kelas karakter. Dari kisah Stefanus, Alexa belajar untuk tidak membalas orang yang menyakitinya, tetapi membawa semuanya dalam doa.
“Kita nggak boleh lawan musuh kita atau teman kita. Kita lewati saja. Kita berdoa sama Tuhan,” ungkap Alexa. Meskipun prosesnya cukup panjang, kini Alexa tumbuh lebih percaya diri. Ia mulai aktif di dalam kelas dan sudah memiliki banyak teman di kelasnya.
Orangtua Alexa yang saat itu hadir didalam kegiatan Parenting menuturkan rasa syukurnya atas perubahan anak mereka, “Saya bersyukur, melalui sekolah OBI, sangat berjasa untuk perubahan anak saya, setiap hari guru-gurunya mendoakan satu persatu anak-anak yang sekolah disini, dan doa para guru inilah yang membuat anak-anak kami mengalami perubahan dan pemulihan.”
© Copyright 2024
Obor Berkat