Perubahan Rafael: Dari Kasar Jadi Anak Penyayang

Rafael Alexander Turnip, seorang anak berusia 6 tahun, adalah murid di PAUD Pengharapan Sejati, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sejak awal, Rafael dikenal mudah marah dan melampiaskannya dengan sikap kasar. Saat bermain, ia kerap memukul, melempar barang, atau bahkan meludah ketika kesal. Jika ada teman yang enggan berbagi, ia merebut tanpa izin. Ketika ditegur guru atau orang tua, ia sering membantah atau cemberut.

Sikap itu membuat banyak teman takut mendekat. Di kelas, ia sulit sabar; jika ada teman yang lambat menjawab atau mengganggunya, Rafael bisa mendorong atau berteriak. Hal-hal kecil pun bisa membuatnya tersinggung, dan ia tak segan membalas dengan kasar.

Namun, sejak bulan Maret 2025, titik balik mulai terjadi. Melalui cerita dari guru tentang kasih Tuhan Yesus dan ajakan untuk saling menyayangi, Rafael mulai belajar mengendalikan diri. Guru dan orang tua juga terus meneguhkan bahwa berteman harus dengan kebaikan, bukan kekerasan. Perlahan, Rafael menahan amarahnya. Ia tidak lagi langsung memukul atau melempar barang saat kesal.

Kini, perubahan Rafael makin terlihat. Ia lebih sabar, mau mendengarkan teman, dan berusaha memahami perasaan orang lain. Jika berbuat salah, ia berani meminta maaf. Di sekolah, ia semakin sering tersenyum, bermain tanpa pertengkaran, bahkan membantu teman yang kesulitan. Ia juga belajar meminta dengan sopan, bukan merebut.

Perubahan ini membuat guru dan orang tuanya bangga. Walaupun masih dalam proses, Rafael sudah menunjukkan kemajuan besar: dari anak yang sering kasar menjadi anak yang lebih penyayang dan peduli terhadap sesama.

Kisah Rafael menjadi bukti bahwa bimbingan penuh kasih mampu menuntun anak menuju perubahan yang nyata.

Jadilah bagian dari perubahan anak-anak seperti Rafael.

Share berita baik ini yuk!