Peran PKBM OBI Tanah Merah dalam Mengubah Hidup Bilan

Peran PKBM OBI Tanah Merah dalam Mengubah Hidup Bilan

Sekolah bukan hanya tempat belajar akademis, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak  untuk mempelajari moralitas dan disiplin, terutama saat orang tua sibuk bekerja. Seperti di PKBM OBI Tanah Merah, yang berperan dalam membantu anak-anak belajar menjadi pribadi berkarakter. Aldrik Bilan Triwayan (13 tahun), salah satu siswa Paket A, juga mengalami perubahan positif berkat bimbingan para guru di PKBM OBI Tanah Merah.  

Kebiasaan Buruk Bilan

Sebelum bergabung di PKBM OBI Tanah Merah, Bilan tinggal bersama neneknya dan bersekolah di kampung. Jauh setelah orangtuanya bercerai, Bilan pindah ke Jakarta menyusul bapaknya yang sendirian di Jakarta.  

Bilan bergabung dengan PKBM OBI Tanah Merah saat ia kelas 2 SD. Sebab ia dapat menerima pendidikan secara gratis, mengingat penghasilan ayahnya yang tidak menentu dari kerja serabutan.

Awalnya, Bilan kesulitan beradaptasi dengan teman-teman barunya di Jakarta. Namun, guru-guru di PKBM OBI Tanah Merah sangat membantunya untuk bisa berbaur dan menyesuaikan diri.  

Seiring berjalannya waktu, Bilan bisa berbaur dengan lingkungan rumah dan sekolahnya. Namun kurangnya pengawasan di rumah dan lingkungan pergaulan yang buruk, membuat Bilan punya kebiasaan untuk mencuri.

Ia sering mencuri uang ayahnya untuk ia belikan jajan. Tak tanggung-tanggung, ia bisa mengambil hingga 100 ribu hingga 300 ribu rupiah dalam sehari. 

Keadaan ekonomi keluarga yang terjepit membuat ayahnya marah besar saat mengetahui hal ini, dan sering memukul Bilan. Meskipun setelah dipukul Bilan selalu meminta maaf, ia masih mengulangi perbuatannya. 

Guru PKBM OBI yang mendengar dan melihat sikap Bilan, mulai fokus untuk membimbing Bilan menjadi anak yang lebih baik.  

Peran PKBM OBI Tanah Merah

Ketika mengikuti sanggar belajar School of Life di sekolah, Bilan dan teman-temannya belajar pendidikan karakter. Saat itu tema yang diangkat adalah Self Awareness (Emosi), Bilan bercerita bahwa ayahnya seringkali marah besar kepadanya. Padahal yang ia tahu Bilan adalah anak kesayangan ayahnya.

Guru PKBM OBI mempersilahkan Bilan untuk merenungkan, apa saja yang telah ia lakukan sehingga ayahnya sering marah besar. Di momen itulah Bilan semakin memahami kesalahannya. Ia diberikan nasihat yang membimbingnya untuk berubah.  

“Saat itu saya diajarin sama guru PKBM OBI Tanah Merah kalau nyuri barang orang dan uang bapak, itu dosa,” cerita Bilan. Ia pun berjanji tidak akan mencuri lagi dan meminta maaf kepada ayahnya. 

Kini Bilan sudah berubah. Ia menjadi anak yang lebih taat, baik dalam belajar maupun bersikap. Ia tidak lagi mencuri uang dan bermain hingga malam. Jika ingin jajan, ia hanya mengambil 1000 rupiah dan selalu bilang kepada ayahnya. Waktu yang biasanya digunakan untuk bermain, kini ia habiskan untuk belajar dengan giat demi mengejar cita-citanya menjadi seorang tentara. 

OBI terus memperjuangkan masa depan anak-anak lain melalui program pendidikan ini demi membentuk generasi anak yang berkarakter.

Share berita baik ini yuk!