Pada 21 Mei 2022 yang lalu, para penerima bantuan modal usaha berupa 1000 benih ikan lele di Desa Bawamataluwo, Nias telah mendapatkan perlengkapan usaha untuk pembudidayaannya. Seorang praktisi lokal yang berpengalaman di bidang ternak lele juga telah memberi mereka pelatihan bagaimana menjalankan usaha ini. Materi yang diajarkan antara lain: perawatan terpal lele di awal budidaya, cara membersihkan kolam setelah diisi, membuat lubang pembuangan yang mudah. Cara memasukkan lele di tahap awal supaya lele tidak stress, cara pemberian makanan lele, takaran makanan, makanan alternatif, dan bagaimana melakukan perawatan lele dengan benar.
Pada hari pelatihan itu, para penerima manfaat diajari langsung tentang bagaimana cara memasang terpal hingga membentuknya menjadi sebuah kolam, hingga mengatur PH air, sampai benih lele siap untuk dimasukkan ke dalam kolam.
Sekitar tiga minggu kemudian, pada Selasa (14/06), fasilitator OBI di Desa Bawamataluwo mengunjungi kelima keluarga tersebut. Salah satunya adalah keluarga Bapak Fanahatodo. Ia dan putranya membangun sebuah rumah kayu kecil di samping kolamnya karena jaraknya agak jauh dari rumahnya. Ia berencana untuk tinggal di sana sehingga bisa menjaga dan memastikan keamanan ikan lelenya. Kami sangat senang melihat antusias dari keluarga ini untuk mengembangkan usahanya.
Pada Jumat (12/08), para keluarga penerima manfaat kembali menerima pelatihan untuk membuat pembukuan. Koordinator lapangan (korlap) bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan tersebut. Pelatihan ini mempelajari: membuat catatan panen, arus kas masuk, arus kas keluar. Sementara korlap akan membantu pencatatan inventaris. Korlap berusaha membuat pembukuan sesederhana mungkin agar penerima manfaat dapat melakukannya dengan mudah dan konsisten dalam mempraktikkan kebiasaan pencatatan usahanya.
Di awal Agustus lalu, puji Tuhan tingkat kematian pada ikan lele kurang dari 10% saja, yang artinya keberhasilan panen adalah baik. Sejak awal Tim OBI di Nias berkomitmen untuk membantu memasarkan hasil panen lele melalui komunitas lokal dan mempromosikan melalui media sosial. Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga, pada 26 Agustus, ikan lele dapat dipanen untuk hari pertama. Di hari pertama panen ini, puji syukur ikan lele berhasil terjual sebanyak 15 kg. Para penerima manfaat sangat bersukacita dan bersyukur. Sedangkan sisa ikan hidup yang masih ada di kolam-kolam penerima manfaat dapat dijual kapan saja sesuai permintaan pasar atau orang-orang sekitar mereka.
Mari kita doakan, agar budidaya ikan lele dapat terus berjalan dengan baik dan menghasilkan panen yang lebih besar lagi di kemudian hari. Terima kasih untuk Mitra OBI yang telah mendukung program ini dan menyelamatkan perekonomian keluarga yang membutuhkan di Desa Bawamataluwo. Tuhan memberkati!
© Copyright 2024
Obor Berkat