Penantian Panjang Komunitas Ndapataka Telah Terjawab

Penantian Panjang Komunitas Ndapataka Telah Terjawab

Air bersih adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Idealnya, setiap orang membutuhkan sedikitnya 40 liter air per hari, untuk minum, memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan lainnya. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengakses air bersih dengan mudah. Hal ini sudah menjadi persoalan yang tidak asing lagi bagi banyak wilayah Indonesia, terutama yang jauh dari perkotaan. 

Kondisi inilah yang diarasakan masyarakat di Ndapataka, sebuah komunitas kecil di Pulau Sumba yang terletak jauh dari pusat kota. Mereka hanya bergantung pada satu mata air yang tersembunyi di dalam hutan. Meskipun masyarakat setempat sudah berupaya dengan menggali parit dan memasang pipa agar air bisa mengalir ke pinggir jalan. Hal itu tidak bisa menjamin kualitas air yang dilalirkan. Sebab di mata air ini juga mereka memandikan hewat ternak, seperti kerbau dan kuda.  

Saat musim hujan tiba, banyak warga memilih menampung air hujan karena lebih praktis. Tapi ketika musim kering datang, air harus diangkut secara manual atau menggunakan sepeda motor. Mirisnya rutinitas ini dilakukan oleh ibu-ibu dan anak-anak, sementara sang ayah bekerja.  

Sampai akhirnya OBI hadir untuk membangun sumur air bersih di komunitas mereka. Bekerja sama dengan gereja lokal dan tim teknis dari Kupang, OBI melakukan survei hidrogeologi untuk menentukan titik pengeboran sumur. Setelah titik ditetapkan, pengeboran dimulai pada April dan berlangsung hingga Mei 2025, tepat di depan gedung gereja GKS Ndapataka. Proyek ini mencakup berbagai tahap: uji debit air (yield test), pemasangan pompa, klorinasi, hingga pembangunan tangki air. 

Tak berhenti di situ, OBI juga mengadakan pelatihan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) bagi warga dan Komite Air. Melalui tiga gelombang pelatihan, warga diajak untuk tidak hanya menikmati air bersih, tapi juga menjaganya. Di salah satu sesi, peserta diajak merenungkan kalimat yang sederhana namun penuh makna: “Aku akan menjaga kamu jika kamu menjaga aku.” 

Puncaknya pada peresmian sumur air bersih ini yang dilaksanakan pada 10 Juli 2025. Ratusan warga berkumpul dalam ibadah syukur bertema “Siap Diutus Untuk Bersekutu, Bersaksi, dan Melayani.” Peresmian dilakukan dengan pemotongan pita, sesi foto bersama, dan makan kasih yang hangatkan hati. Kini, harapan yang selama ini dinanti akhirnya benar-benar mengalir di Ndapataka. Air yang bersih, layak, dan membawa kehidupan yang lebih baik untuk generasi mereka.  

Share berita baik ini yuk!