Pelan-Pelan Berubah, Shinta Mulai Mengerti Tanggung Jawab di Rumah

Di rumah sederhana tempat Shinta tinggal bersama orang tuanya, ada satu pergumulan yang cukup dirasakan keluarga ini setiap hari. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, Shinta dulu lebih sering menghabiskan waktu dengan ponselnya. Akibatnya, ia menjadi kurang peduli terhadap tugas-tugas di rumah dan mulai terbiasa bersikap malas. Hal ini membuat orang tuanya khawatir melihat perubahan sikapnya.

Ayah Shinta bekerja serabutan sebagai tukang bangunan, sementara ibunya mengurus rumah tangga. Di tengah kesibukan dan keterbatasan yang ada, mereka berharap Shinta dapat bertumbuh menjadi anak yang bertanggung jawab dan peduli terhadap keluarganya. Namun pengaruh penggunaan gawai yang berlebihan membuat harapan itu terasa tidak mudah.

Perubahan mulai terlihat ketika Shinta mengikuti kegiatan School of Life (SOL) selama sekitar tiga tahun. Melalui pendampingan para mentor, Shinta tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga menerima pembinaan karakter melalui materi Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab. Para mentor dengan sabar menjelaskan dampak penggunaan ponsel yang berlebihan dan pentingnya membangun kebiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Perlahan-lahan, Shinta mulai menunjukkan perubahan. Ia belajar mencuci piring, melipat baju, dan membantu memberi makan ayam di rumah. Orang tuanya pun merasakan sendiri bagaimana Shinta menjadi lebih peka terhadap kebutuhan keluarga, meski tetap didampingi dalam prosesnya.

Kini perubahan itu terus terlihat dalam keseharian Shinta. Ia semakin memahami tanggung jawabnya sebagai anak di rumah. Orang tuanya bersyukur atas dukungan para mentor SOL yang setia mendampingi Shinta hingga ia bertumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli dan siap belajar hal-hal yang berguna bagi keluarganya.

Share berita baik ini yuk!