Gadis kecil ini, Nibe Gulo. Ia terlahir dengan celah di bibir bagian atas sampai di langit-langit mulutnya. Kehadirannya dianggap sebagai kutukan oleh keluarganya. Bahkan kedua orang tuanya sempat tidak ingin merawatnya, hingga ketika seorang pelayan gereja mengingatkan mereka untuk tetap merawat dan membesarkan Nibe.
Dengan kondisi yang ia alami, ia terlahir dengan tubuh yang sangat kecil. Keadaan semakin sulit karena Nibe tidak bisa mendapatkan ASI dari ibunya dan ia tidak bisa menyusu dengan baik. Sebagai gantinya, ia hanya diberi air putih dan teh manis.
Di usia tiga bulan, Nibe sudah diberi bubur halus agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi, meskipun makan dan minum selalu menjadi perjuangan berat. Ketika mulai belajar bicara, Nibe mengalami kesulitan. Pengucapannya tidak jelas, dan sampai usianya mencapai 10 tahun, kondisi ini masih berlanjut.
Setiap pagi, Nibe berangkat ke sekolah dengan semangat, meskipun ia sering merasa terasing. Ia pemalu, jarang bermain dengan teman-temannya, dan kerap diejek karena kondisi wajahnya. Namun, kelembutan dan ketekunannya terlihat dari hobinya membaca dan menggambar.

Kedua orang tua Nibe sadar bahwa anaknya akan cocok jadi seorang guru, namun kondisinya saat itu sangat mengkhawatirkan. Sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebab keadaan ekonomi mereka sangat terbatas.
Mereka bekerja sebagai petani karet untuk menghidupi keluarga mereka dengan penghasilan tidak tetap. Saat musim kemarau, mereka bisa mendapatkan 50 kilogram getah karet dalam sebulan, berbanding terbalik dengan saat musim hujan.
Pendapatan mereka hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, membuat mereka pasrah dan menganggap operasi bibir sumbing hanya sebtas angan mereka.
Sampai sebuah harapan itu datang saat seorang tenaga kesehatan dari Puskesmas Bawalato memberitahukan tentang Program Life Changing Surgery dari OBI. Di mana program ini menawarkan operasi gratis untuk anak-anak dengan kondisi seperti Nibe di Kota Gunung Sitoli, Nias.
Baca Juga : Senyum Ervaldo adalah Sumber Kebahagiaan Keluarganya
Tanpa pikir panjang, orang tua Nibe segera menghubungi kontak yang diberikan dan mengikuti semua prosedur kesehatan. Mereka terharu ketika mengetahui bahwa program ini juga mencakup biaya transportasi dan makan selama perawatan.
Akhirnya pada operasi yang mereka nantikan telah dilaksanakan pada 20 September di RSUD dr. M Thomsen Gunungsitoli Nias bersama 8 anak lainnya. Karena keterbatasan tenaga medis untuk operasi bedah di daerah ini, OBI secara khusus mendatangkan tim dokter spesialis bedah plastik dari kota Medan.

Saat ini kondisi bibir Nibe jauh lebih baik dari sebelumnya, operasi ini membantu Nibe untuk berbicara dengan mudah. Cita-cita untuk menjadi seorang guru, bukan sekedar mimpi lagi bagi keluarga mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada tenaga kesehatan dan Program LCS OBI. Selama ini, kami pasrah dengan keadaan, tetapi sekarang, kami bermimpi melihat Nibe mendapatkan hidup yang lebih baik,” ucap orang tuanya penuh haru.
© Copyright 2024
Obor Berkat