Ketika gempa M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, ribuan keluarga harus meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Di tengah gempa susulan yang terus terjadi, banyak penyintas menghadapi hari-hari mereka dengan rasa cemas.
Dalam situasi seperti inilah kepedulian Anda menjadi begitu berarti. Dukungan Anda membantu OBI bergerak cepat bersama mitra lokal untuk menjangkau keluarga terdampak, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan akses terbatas akibat kerusakan infrastruktur. Dari bantuan kebutuhan dasar hingga pendampingan psikososial bagi penyintas, setiap dukungan ikut menghadirkan pertolongan dan harapan bagi mereka yang sedang berjuang memulai kembali kehidupan.
Gempa yang berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, ini berdampak luas di Flores. Hingga pagi 16 Agustus, tercatat 686 gempa susulan dengan kekuatan mencapai M6,2. Berdasarkan laporan BNPB pada malam 15 Agustus, 47 orang meninggal dunia, 101 orang luka-luka, 9.290 warga mengungsi, dan 1.357 rumah mengalami kerusakan.
Merespons kondisi tersebut, OBI bergerak untuk menjangkau sedikitnya 2.000 penyintas selama masa tanggap darurat 14 hari. Respons difokuskan di wilayah Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Ende, termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau akibat kerusakan jalan dan gempa susulan.
“Saat itu saya pun bingung, karena anak saya pada menangis, seumur-umur mereka baru merasakan bencana ini. Kami juga tidak pernah membayangkan kalau kami akan berada ditempat ini dengan keadaan seperti ini,” ungkap Ibu Yohana, salah satu penyintas Nagekeo-Mbay.
Sebanyak 500 paket makanan disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga terdampak. OBI juga berupaya menyediakan akses air minum yang aman bagi sedikitnya 2.000 orang di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak lainnya.
Selain kebutuhan fisik, perhatian juga diberikan kepada kondisi emosional anak-anak. Dukungan psikososial direncanakan menjangkau 200 anak melalui aktivitas ramah anak lewat tayangan animasi Superbook. Diharapkan pendampingan ini dapat membantu memulihkan rasa cemas yang menyelimuti setelah mengalami situasi bencana. “Saya merasakan sudah sedikit berkurang rasa cemas dan rasa sedih, karena selama kami disini, belum ada yang mengunjungi kami untuk memberikan dukungan dan semangat.”
Seluruh respons dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, BPBD, pos komando, tim SAR, jaringan NGO, dan gereja lokal. Kami juga melakukan pemantauan setelah distribusi untuk mendengarkan masukan dari para penerima manfaat dan memastikan bantuan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Dengan datangnya Obor Berkat setidaknya memberikan kami sedikit kekuatan, semangat, sehingga kami bisa bangkit pasca bencana ini. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih untuk Obor Berkat, tim beserta relawan yang sudah hadir dan menolong kami,” tuturnya.
© Copyright 2024
Obor Berkat