Oba Belajar Jujur Setelah Mengenal Tuhan yang Maha Tahu

Kadang, perubahan besar dalam hidup anak dimulai dari satu pelajaran sederhana yang menyentuh hatinya. Hal ini juga dialami oleh Yabes Obaja Manu, atau yang akrab dipanggil Oba.

Oba adalah anak berusia 10 tahun yang saat ini duduk di kelas 3 SD Nono, Timor Tengah Selatan. Ia tinggal bersama kedua orang tua dan dua saudaranya. Ayahnya bekerja sebagai petani sekaligus pedagang, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

Sebelum mengikuti School of Life di Betel Tumu, Oba dikenal sebagai anak yang masih sulit taat kepada orang tua. Kesalahan terbesar yang ia lakukan saat itu adalah pernah mengambil uang orang tuanya tanpa izin sebesar seribu hingga dua ribu rupiah untuk membeli jajan.

Kebiasaan ini tentu menjadi pergumulan bagi orang tuanya. Mereka berharap Oba bisa tumbuh menjadi anak yang jujur, taat, dan takut akan Tuhan.

Perubahan mulai terlihat ketika Oba mengikuti pembelajaran School of Life dengan materi “Tuhan Maha Mengetahui.” Dari pelajaran itu, Oba memahami bahwa Tuhan mengetahui semua perbuatan manusia, baik yang benar maupun yang salah.

Saat tutor bertanya tentang kesalahan yang pernah dilakukan, Oba dengan berani mengaku bahwa ia pernah mengambil uang orang tuanya. “Kita mencuri, Tuhan tahu,” ucap Oba. Sejak saat itu, Oba mulai berubah. Ia tidak lagi mengambil uang tanpa izin dan mulai lebih taat kepada orang tuanya. Ketika diminta menimba air, ia kini mau membantu.

Bagi Oba, belajar Firman Tuhan bukan hanya membuatnya senang datang ke School of Life, tetapi juga menolongnya menjadi anak yang lebih jujur dan bertanggung jawab.

Share berita baik ini yuk!