Mudah Marah dan Menangis, Raisa Kini Belajar Mengelola Emosinya

Raisa, anak berusia 9 tahun, adalah siswa yang rajin mengikuti kegiatan School of Life. Ia selalu hadir dan aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Namun, Raisa masih perlu belajar bersabar dan mengelola emosinya.

Ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya, Raisa mudah merasa kecewa, menangis, atau marah. Salah satu contohnya terjadi saat kegiatan mewarnai. Ketika buku mewarnainya tidak sengaja tertabrak hingga robek, Raisa langsung menangis, marah, lalu meninggalkan kegiatan meskipun kegiatan SOL belum selesai. Hal ini menunjukkan bahwa Raisa masih kesulitan dalam mengelola emosi marah dan kecewa ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapannya.

Perubahan Raisa mulai terlihat melalui pendampingan para tutor dan pembelajaran di School of Life, khususnya melalui materi Self Awareness tentang emosi. Dalam materi ini, Raisa belajar mengenali berbagai emosi seperti marah, sedih, kecewa, dan bahagia. Ia juga belajar bahwa setiap emosi perlu dikenali dan direspons dengan cara yang baik.

Selain melalui pembelajaran di kelas, Raisa juga belajar dari kisah Anak yang Hilang melalui video animasi Superbook. Dari kisah ini, Raisa belajar tentang kesabaran, tidak bersikap egois, dan mengendalikan diri.

Pendampingan yang diberikan secara konsisten membantu Raisa perlahan memahami bahwa ketika ia marah atau kecewa, ia tidak harus langsung menangis atau meninggalkan kegiatan. Kini, Raisa mulai menunjukkan perubahan yang baik. Ia menjadi lebih jarang marah dan menangis saat menghadapi hal yang membuatnya kecewa. Ketika emosinya muncul, Raisa mulai belajar untuk diam terlebih dahulu dan tidak langsung melampiaskannya.

Share berita baik ini yuk!