Mimpi Selly, Gadis Remaja yang Ingin Mengangkat Derajat Keluarga

“Nama saya Selly Tiara, dan saya berusia 15 tahun. Sudah lima tahun ini, saya bersekolah di PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) OBI. Saat ini, saya duduk di program kejar Paket B, yang setara dengan jenjang SMP. Namun, perjalanan ini tidak mudah bagi saya.

Saat pertama kali saya bergabung di PKBM OBI, saya masih berusia 10 tahun, dan saya belum pernah mengenyam bangku sekolah sebelumnya. Pada usia itu, saya bahkan belum bisa membaca apalagi berhitung. Kehidupan saya saat itu sangat berat, penampilan saya kumel dan tubuh saya bau, karena saya harus ikut ibu saya memulung setiap hari.

Saya tinggal bersama ibu dan ketiga saudara saya. Ayah ibu saya sudah berpisah, dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, ibu bekerja sebagai pemulung botol plastik, karton, dan duplex. Ibu harus berjalan berjam-jam mengumpulkan barang-barang tersebut untuk dijual kembali. Pendapatan harian kami tidak pernah lebih dari Rp 35.000, dan kami hanya bisa bermimpi mendapatkan Rp 75.000 saat kami beruntung.

Kami tinggal di rumah kecil sederhana yang kami sewa bulanan, dekat dengan tempat pembuangan sampah di sekitar Kelapa Gading. Saya sudah sejak lama ikut ibu memulung agar hasilnya lebih banyak. Terkadang, kami harus membawa adik bungsu saya yang masih berusia 5 tahun bersama kami, karena di rumah tidak ada yang bisa menjaganya.

Namun, malang tak dapat ditolak. Beberapa bulan yang lalu, ibu saya tertangkap oleh petugas Satpol PP. Ibu saya masuk ke balai rehabilitasi sosial selama sebulan. Kehilangan pendapatan ini membuat keluarga kami sangat kesulitan. Ketika ibu saya keluar dari tempat rehabilitasi, dia diancam bahwa jika dia tertangkap lagi dan membawa anak-anaknya, kita akan diambil dan diasuh oleh Dinas Sosial.

Saat ini, saya masih harus memulung secara sembunyi-sembunyi, berusaha untuk tidak tertangkap Satpol PP. Di sekolah, saya berusaha keras. Saya adalah anak yang rajin, tidak pernah membolos, dan selalu berusaha mengerjakan PR. Saya selalu rapi dan bersih saat ke sekolah. Saya ingin segera menyelesaikan Paket B agar nantinya saya bisa melanjutkan ke sekolah kejuruan dan segera bekerja. Bahkan, jika mungkin, saya bermimpi untuk bisa kuliah suatu hari nanti. Saya tahu itu tidak akan mudah, tetapi saya ingin memberi masa depan yang lebih baik bagi diri saya dan keluarga.”

Di PKBM OBI Tanah Merah ada banyak kisah sedih seperti yang dialami oleh Selly. Sebagian besar orang-tua dari anak-anak yang dididik di sini juga berpenghasilan rendah karena bekerja sebagai pemulung, supir angkot, tukang bengkel, tukang cuci baju atau asisten rumah tangga.

Tanpa jemu dan tidak pernah putus asa OBI tetap hadir di Tanah Merah menjadi berkat dan jalan keluar bagi masyarakat yang membutuhkan dan menolong anak-anak mereka menyediakan pendidikan dasar gratis yang akan menolong mereka memiliki masa depan yang lebih baik.

Dukungan donasi dari Anda, para Mitra OBI memungkinkan pelayanan OBI terus ada dan bisa terus berdampak bagi mereka yang membutuhkan, dengan cara menghubungi ke WA: 0859 2121 3434 (Linda Dewi) atau transfer ke rekening Bank Central Asia 522 0309 292, A.n: Yay. Obor Berkat Indonesia.

Share berita baik ini yuk!