“Sejak kuliah sebenarnya Tuhan sudah membawa saya ke arah pelayanan anak, hanya saja waktu itu saya belum menyadarinya,” tutur Ibu Messi, guru PAUD Eclesia Atambua, saat ditanya tentang panggilannya di pemuridan anak.
Ibu Messi (42 tahun) merupakan lulusan sarjana Desain Interior yang berkomitmen dalam pemuridan anak usia dini. Semuanya dimulai pada tahun 2012, hatinya mulai tergerak saat melayani di Sekolah Minggu. Rasa cinta kepada anak-anak terus bertumbuh, sampai akhirnya di tahun 2017 ia berani melangkah lebih jauh untuk mengajar.
Perjalanan ini tentu tidak mudah. Sebelum terjun ke dunia pendidikan, ia bekerja di bidang lain di Jakarta. Sampai pada saat ia ikut ke Atambua untuk melayani pun ia hanya melayani anak-anak di sekolah minggu. Namun, hatinya terus gelisah. Ada kerinduan besar untuk ikut mendidik generasi penerus. Rasa cinta itulah yang membuatnya berani meninggalkan zona nyamannya dan mencoba jalan yang Tuhan pilih untuknya.
Berbagai tantangan langsung terasa ketika mulai mengajar. “Awalnya fasilitas sangat terbatas, hanya memakai ruangan seadanya di gereja. Tapi keterbatasan itu tidak membuat kami berhenti melayani anak-anak,” kenangnya. Selain fasilitas, tantangan sosial pun hadir.
“Banyak anak-anak di sini datang dari keluarga yang bermasalah, ada yang terlantar, orang tuanya bercerai, bahkan mengalami kekerasan. Tantangannya besar, tapi saya percaya tidak ada yang mustahil.”
Di tengah keterbatasan yang tiap guru rasakan, kehadiran program Super5 CBN-OBI menjadi jawaban dari doa-doanya. Dari pelatihan, modul, dan pendampingan, ia belajar mengelola kelas dengan lebih baik, memahami karakter setiap anak, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Ia juga mendapat dukungan dari komunitas guru yang saling berbagi pengalaman dan menguatkan.
Perubahan mulai terlihat hanya dalam dua minggu. Anak-anak lebih berani berinteraksi, tidak lagi bergantung pada orang tua, dan belajar dengan semangat baru.
“Puji Tuhan, banyak anak yang berubah. Dari yang tadinya pasif dan hanya bermain gadget, sekarang mereka lebih disiplin, mau membantu orang tua, bahkan ada yang berprestasi ikut lomba bahasa Inggris,” ujarnya penuh syukur.
Kini, ia percaya setiap panggilan selalu disertai perlengkapan. “Harapan saya, anak-anak ini bisa menjadi berkat di keluarganya terlebih dahulu, lalu juga di lingkungan sekitar mereka.” Dengan hati yang teguh, ia berkomitmen terus belajar, berinovasi, dan menanamkan nilai-nilai baik bagi generasi kecil, karena dari merekalah masa depan akan lahir.
© Copyright 2024
Obor Berkat