Berbeda dari anak-anak seusianya, Satria yang kini berusia 13 tahun masih berjuang mengenali huruf vokal dan menghitung angka di atas sepuluh. Kesulitan tersebut tidak hanya memengaruhi nilai akademisnya, tetapi juga membuatnya kerap mengalami perundungan dari teman-teman sekelasnya.
Satria saat ini masih duduk di bangku kelas 4 SD dan beberapa kali tidak naik kelas karena belum mampu membaca dan berhitung. Ia kerap disebut bodoh dan ditertawakan oleh teman-temannya sekelasnya. Meskipun ia tidak bercerita di rumah, ibunya tetap bisa mendengar cerita bagaimana anaknya diperlakukan. Keadaan ini membuat ibunya merasa sedih, tetapi tidak dapat mengajarinya karena ia juga tidak bisa membaca dan menulis.
Sebuah harapann muncul saat sanggar belajar School of Life hadir di GIA Perbalan. Mendengar sanggar belajar ini tidak memungut biaya, ibunya langsung mendaftarkan kedua anaknya. Walaupun awalnya Satria masih sulit untuk beradaptasi, akan tetapi Satria tetap rajin datang meski harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit, bahkan saat hujan deras.
Semangat belajar Satrian dan kesabaran tutor yang mengajar dan mendampinginya perlahan membuahkan hasil. Tutor School of Life membimbingnya menulis dan menghafal huruf serta angka melalui latihan yang diulang empat hingga lima kali. Ia juga belajar penjumlahan sederhana menggunakan jari. Terlebih lagi didukung oleh materi karakter “Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab”, Satria memahami bahwa ia perlu bertanggung jawab untuk tekun belajar.
Perubahannya memang berlangsung perlahan, tetapi berarti. Kini, Satria mulai mampu menggabungkan kata dan mengerjakan penjumlahan sederhana. Ia juga lebih antusias, percaya diri menyelesaikan tugas, serta merasa nyaman belajar. Di School of Life, Satria menemukan teman-teman yang menerima dirinya apa adanya.
Setiap kemajuan kecil kini menjadi langkah penting bagi Satria untuk mengejar ketertinggalannya di sekolah perlahan. Bagi sang ibu, kemajuan ini menjadi harapan baru. Ia bersyukur atas kesabaran para tutor dan dukungan CBN Indonesia yang membantu Satria terus bertumbuh, belajar, dan kembali percaya pada dirinya sendiri.
© Copyright 2024
Obor Berkat