“Karena banyak orang yang melihat Marsela.” tutur Marsela Antoneta Bengkiuk (10 tahun) saat bercerita alasan yang dahulu membuatnya takut berbicara di depan kelas. Ketika tutor bertanya atau memintanya menjawab, perhatian teman-teman yang tertuju kepadanya sering membuat Marsela gugup dan memilih diam.
Padahal Marsela yang kini duduk di kelas empat dikenal sebagai anak yang rajin dan semangat dalam belajar. Ia sangat antusias jika diajak belajar dan bernyanyi bersama saat mengikuti sanggar belajar School of Life di Gereja Elim Naibonat pada Oktober tahun lalu. Akan tetapi saat ia diminta untuk tampil sendiri atau saat semua perhatian dan fokus teman-temannya tertuju kepadanya, ia akan menunduk dan terdiam.
Namun, perlahan rasa takut itu mulai berkurang sejak ia belajar pembentukan karakter di School of Life. Salah satu materi yang paling berkesan dan menyentuh untuknya adalah Pribadi yang Bertanggung Jawab. “Saya belajar bertanggung jawab dan percaya diri. Belajar berkomunikasi dengan orang lain,” ujar Marsela.
Keberaniannya juga bertumbuh melalui kegiatan Sekolah Minggu. Dari membaca dan mendengarkan firman Tuhan serta menonton kisah “Tiga Pahlawan” dalam Superbook, Marsela belajar untuk tidak terus dikuasai rasa takut.
Perubahan itu kini terlihat dalam kesehariannya. “Marsela sudah berani memimpin doa dan menjawab pertanyaan dari kakak tutor. Sekarang dia melakukannya dengan perlahan dan tidak gugup lagi,” kata kak Ana sebagai tutor Marsela.
Keberanian tersebut tidak hanya ia tunjukkan di School of Life. Marsela kini juga berani menjawab pertanyaan guru di sekolah. Saat ia berada di rumah, ia belajar bertanggung jawab dengan membantu orang tuanya memasak nasi dan mencuci piring tanpa harus disuruh.
Masih banyak anak seperti Marsela yang membutuhkan ruang aman untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan keberanian dalam dirinya. Mari bersama-sama mendukung pendampingan bagi anak-anak agar mereka dapat bertumbuh dalam iman, karakter, dan pengharapan untuk masa depan.
© Copyright 2024
Obor Berkat