Bagi Intan, mengikuti kegiatan Pesta Iman Anak dan Remaja adalah momen yang sangat ditunggu setiap tahun. Siswi kelas VIII SMP Negeri 4 Umbu Ratu Nggay ini sudah membayangkan serunya berlatih bersama teman-teman dan menginap di lokasi kegiatan. Namun tahun itu terasa berbeda. Orang tuanya tidak mengizinkannya ikut menginap karena khawatir dengan cerita tentang tempat yang dianggap angker. Hati Intan pun kecewa dan sempat marah. Ia merasa tidak dipercaya seperti teman-temannya yang lain.
Meski begitu, Intan tetap mengikuti kegiatan tersebut. Dalam pergumulannya, ia teringat pelajaran School of Life (SOL) dengan tema Keluargaku Kebanggaanku. Dari materi itu, Intan belajar bahwa orang tua adalah pribadi yang paling berpengaruh dalam hidupnya, dan setiap nasihat mereka memiliki tujuan yang baik. Perlahan, hatinya mulai tenang. Ia menyadari bahwa larangan orang tuanya bukan untuk membatasi, melainkan untuk melindunginya.
Dengan keberanian baru, Intan kembali berbicara kepada orang tuanya dan menyampaikan keinginannya dengan lebih baik. Ia juga berdoa agar Tuhan menolongnya menerima keputusan apa pun yang diberikan. Di luar dugaannya, orang tuanya akhirnya mengizinkan ia menginap bersama teman-teman. Pengalaman itu membuat Intan semakin percaya bahwa Tuhan menyertai setiap langkahnya.
Sejak saat itu, Intan belajar menjadi lebih dewasa dalam memahami orang tuanya. Ia tidak lagi mudah marah ketika keinginannya belum terpenuhi. Orang tuanya pun melihat perubahan sikap Intan yang semakin menghargai keluarga dan bertumbuh dalam iman. Bagi Intan, pengalaman sederhana ini menjadi langkah penting untuk belajar percaya, taat, dan tetap bersyukur dalam setiap keadaan.
© Copyright 2024
Obor Berkat