Markus Saleky merupakan anak bungsu dari 8 bersaudara. Ia tinggal bersama dengan 9 saudara-saudaranya di rumah. Ayah dan ibunya mengasuh 10 anak dirumah mereka, 2 dari 10 anak tersebut merupakan anak angkat. Dari 9 saudaranya, 3 kakak tertuanya sudah bekerja. Hal ini menandakan bahwa keluarga Markus memiliki tanggung jawab yang besar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah satu hal yang unik tentang Markus adalah bahwa dia tidak pernah tahu tanggal lahirnya. Namun, yang pasti, saat ini dia berumur 12 tahun, meskipun ia tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Markus tinggal bersama kedua orangtuanya di Jakarta. Ayahnya bekerja di bagian pengurusan Passport di Kedutaan Malaysia, sementara ibunya dulunya bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Masalah utama yang dihadapi Markus adalah kesulitan dalam belajar membaca. Dulu, tidak ada yang bisa memberikan perhatian yang cukup kepada Markus di rumah, karena ibu dan ayahnya harus bekerja seharian penuh. Sehingga, Markus menjadi malas belajar baik di rumah maupun di sekolah. Alih-alih belajar, ia lebih suka bermain, seperti bermain bola dan merawat burung merpati. Markus bahkan memulai usaha dengan merawat dan menjual burung merpatinya, menjualnya seharga 100.000 rupiah per ekor.
Sebelum bergabung dengan PKBM OBI, Markus sempat bergabung di salah satu SD Negeri di Jakarta Utara. Namun, karena saat itu pembelajaran dilakukan secara daring, Markus tidak pernah join dalam pembelajaran tersebut. Hingga akhirnya ketika ia masih kelas 2 SD, orangtuanya memilihkan PKBM OBI sebagai tempat belajarnya karena mereka ingin Markus dapat terus bersekolah.
Markus yang saat itu tidak lancar dalam membaca merasa malu ketika harus diminta membaca teks oleh guru. Melihat hal ini guru di PKBM OBI Tanah Merah pun memberikan misi yang harus Markus terima. Dimana Markus harus membaca 10 halaman buku setiap hari dan menuliskan laporan bacaannya. Meskipun awalnya ia kesulitan, Markus tidak menyerah. Ia meminta bantuan dari orang tuanya dan teman-temannya saat menemui kata-kata yang sulit. Setelah itu guru PKBM OBI memberikan tugas berikutnya, yaitu mencatat minimal dua halaman di buku tulisnya dari apa yang dia baca di buku paketnya. Tidak hanya melancarkan Markus dalam membaca, hal ini juga melatih Markus dalam menulis.
Selama menjalani tantangan dari guru di PKBM OBI, ada beberapa buku yang menjadi favorit Markus, salah satunya adalah buku Budi Pekerti. Buku ini tidak hanya berisi tulisan semata, tetapi juga gambar-gambar menarik dan cerita yang inspiratif.
Tidaklah mudah bagi Markus untuk menyelesaikan tantangan ini. Butuh waktu setahun penuh bagi Markus untuk bisa membaca dan menulis dengan lancar. Tantangan membaca 10 halaman sebelum beristirahat yang diberikan pada kelas 3 SD akhirnya dia selesaikan hingga ia bisa membaca dengan lancar ketika ia naik ke kelas 4 SD.
Kisah Markus Saleky adalah contoh nyata bahwa dengan tekad, dukungan dari guru dan keluarga, serta kerja keras, seseorang dapat mengatasi kesulitan belajar. Markus melalui perjalanan yang panjang dan sulit untuk akhirnya bisa membaca dengan lancar, membuktikan bahwa ketekunan dan semangat belajar dapat mengubah hidup seseorang. Kini, Markus telah melampaui hambatan itu dan membuktikan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi jika kita bersedia berusaha.
© Copyright 2024
Obor Berkat