Selama bertahun-tahun, masyarakat di komunitas Karisin, Kecamatan Amabi Oefeto, Kupang, menggantungkan hidup dengan bertani. Mereka mengelola lahan warisan di sekitar rumah untuk menanam tanaman palawija, sayur-sayuran dan beragam tanaman bumbu, yang bisa dijual atau dikonsumsi sehari-hari. Hasil panen yang dijual menjadi sumber pendapatan utama, atau mereka jadikan sebagai alat barter untuk mendapatkan beras, daging, telur atau bahan makanan lain.
Kebaikan Anda telah membawa harapan baru bagi komunitas petani di Karisin. Empat keluarga petani di komunitas ini telah menerima bantuan modal untuk bercocoktanam cabai pada 20 September 2024 yang lalu. Melalui Obor Berkat Indonesia, mereka telah mendapatkan bantuan dalam bentuk bibit, pupuk dan juga pompa air sumur yang sangat mereka butuhkan untuk mendukung pengairan lahan pertanian mereka.
Namun, para petani sering menghadapi tantangan gagal panen akibat keterbatasan modal mengelola lahan pertanian secara optimal, termasuk saat musim kemarau panjang tiba. Satu-satunya sumber air yang tersedia adalah sumur gali di belakang rumah, yang harus diambil dengan menimba secara manual. Tantangan ini belum menemukan solusi, sehingga saat gagal panen petani menjadi sulit memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Salah satu keluarga yang telah Anda bantu adalah ibu Yusri dan bapak Yusak. Mereka memiliki tiga anak yang harus dihidupi. Sebagai ibu rumah tangga, ibu Yusri sepenuhnya bergantung pada penghasilan suainya yang bekerja sebagai koster gereja. Namun, penghasilannya sangat terbatas, sehingga bapak Yusak harus mencari tambahan dengan menjadi ojek lepas dan kadang buruh tani di ladang orang.

Meski punya lahan kosong di sekitar rumah, keluarga ini hanya mampu menanam sayuran untuk kebutuhan sehari-hari saja. Keterbatasan modal menjadi kendalanya, apalagi mengingat krisis air yang juga mereka lalui selama ini membuat mereka sulit menghasilkan panen yang optimal.
Namun bantuan usaha yang mereka terima melalui Anda menjadi harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup keluarga ini. Kini, lahan kosong milik mereka akan segera ditanami 2000 benih cabai. Pompa air yang sudah berfungsi akan membantu pengairan tanaman secara optimal, meskipun musim kemarau yang panjang.

Tidak ada perasaan yang jauh lebih besar bagi ibu Yusri selain bersyukur kepada Tuhan karena telah mengirimkan bantuan yang mereka nantikan. Ia berharap hasil panen cabai nantinya bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Sehingga bapak Yusak tidak perlu lagi bekerja serabutan sebagai tukang ojek dan buruh tani.
Terima kasih Mita OBI, bantuan Anda telah menjadi harapan bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan. Mari teruskan kebaikan ini, dan bersama kita hadirkan perubahan bagi banyak keluarga di bangsa ini.
© Copyright 2024
Obor Berkat