Ibu Filigawu: Janda 10 Anak yang Berhasil Panen Kacang Hijau

Di balik ladang kacang hijau yang sederhana di Pulau Nias, tersimpan kisah luar biasa tentang keteguhan seorang ibu. Ibu Filigawu Tafonao, seorang janda dengan 10 anak, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan. Tiga anaknya telah berkeluarga, namun karena keterbatasan ekonomi, mereka harus merantau keluar pulau. Di rumah, Ibu Filigawu harus merawat dua cucu, salah satunya mengalami disabilitas pada usia tiga tahun. Dari tujuh anak lainnya, hanya tiga yang masih bisa sekolah, sementara satu anak terpaksa putus sekolah karena tidak ada biaya.

Bertahun-tahun, Ibu Filigawu bekerja sebagai petani karet dan kapulaga, dengan penghasilan tak lebih dari Rp700.000 per bulan. Kondisi ini membuatnya sulit mencukupi kebutuhan dasar keluarganya.

Namun harapan mulai tumbuh ketika komunitas lokal di Hilihoya merekomendasikan Ibu Filigawu untuk menerima bantuan dari Obor Berkat Indonesia (OBI). Ia menerima bibit dan pupuk kacang hijau, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian, dan tim OBI. Meski sempat ragu, dukungan yang terus mengalir membuatnya yakin bahwa Tuhan pasti menolong.

Bersama anak-anaknya, Ibu Filigawu mulai mengolah lahan. Dalam waktu tiga bulan, mereka berhasil memanen 39 kg kacang hijau, dan menjual 35 kg dengan harga Rp35.000/kg. Panen berikutnya pun sudah menyusul, hingga tiga kali panen.

Terima kasih OBI, berkat bantuan ini, kami bisa bangkit dan punya masa depan yang lebih baik,” ucapnya penuh syukur.

Share berita baik ini yuk!