Hati Indra Dilembutkan oleh Kisah yang Ia Tonton

Indra adalah anak laki-laki berusia 12 tahun yang aktif mengikuti sekolah minggu di Bawomataluo, Nias Selatan. Indra dikenal sebagai anak yang baik dan ramah. Namun, seperti banyak anak seusianya, ia masih belajar mengendalikan emosinya, terutama saat merasa diganggu.

Suatu hari, ketika Indra sedang tidur nyenyak di rumah, abangnya, Ryan, membangunkannya dengan memukul bantal di dekatnya. Indra terkejut dan langsung tersulut emosi. Tanpa berpikir panjang, ia bangun dan mengejar Ryan, lalu menendangnya. Saat itu ia merasa wajar membalas, karena merasa dirinya yang lebih dulu disakiti. Namun kejadian kecil itu membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman. Keduanya sama-sama kesal dan saling diam.

Tidak lama setelah itu, sebelum Indra pergi bermain, Ryan datang menghampirinya dan lebih dulu meminta maaf. Meski begitu, hati Indra masih terasa berat. Ia masih merasa dirinya tidak bersalah.

Di tengah perasaannya itu, Indra tiba-tiba teringat kisah Esau dan Yakub yang pernah ia tonton melalui Superbook. Ia teringat bagaimana Esau yang awalnya sangat marah akhirnya memilih mengampuni Yakub dan bahkan memeluknya. Kisah itu membuat Indra berpikir kembali. Ia mulai menyadari bahwa mempertahankan kemarahan justru membuat hatinya semakin tidak tenang.

Akhirnya, Indra memberanikan diri menghampiri Ryan dan meminta maaf. Mereka pun kembali bercanda seperti biasa.

Dari pengalaman sederhana itu, Indra belajar bahwa mengampuni memang tidak selalu mudah, apalagi saat merasa diri benar. Tetapi ketika ia memilih untuk melakukannya, hatinya terasa lebih ringan dan hubungannya dengan sang abang kembali hangat. Sejak saat itu, Indra mulai belajar mengelola emosinya dengan lebih baik.

Share berita baik ini yuk!