Guru PAUD yang Bertahan Demi Keluarga dan Masa Depan Anak-anak

Guru PAUD Super5 yang Bertahan Demi Keluarga dan Pelayanan

Adiel Ninef (34 tahun), seorang guru PAUD Super5 Batu Karang Nonohonis yang menjalani pelayanan dengan hati yang tulus. Semuanya bermula ketika ibu pengelola PAUD melihat Ibu Adiel aktif mendampingi anak-anak di kegiatan gereja dan PAR (Pembangunan Anak Rohani). Meskipun awalnya sempat merasa ragu, dukungan dari pengelola PAUD memberikan keberanian untuk menerima panggilan ini.

“Meski ragu karena suami sedang sakit dan saya tidak pernah mengajar anak usia dini sebelumnya, saya memutuskan untuk menerima panggilan itu,” ungkapnya.

Enam bulan sebelum mulai mengajar, suaminya terkena PHK dan jatuh sakit, membuat Ibu Adiel harus menjadi tulang punggung keluarga. Dengan sisa pesangon yang diterima suami dan pendapatan kecil dari berjualan gorengan, ia berusaha memenuhi kebutuhan kedua anaknya sekaligus membiayai pengobatan suami.

Bantuan subsidi gaji guru dari Super5 CBN menjadi jawaban bagi Ibu Adiel di tengah masa sulit yang ia hadapi. Meski jumlahnya tidak besar, ia sangat bersyukur karena melalui bantuan itu ia bisa memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.

Baca Juga : Galang Belajar Mengatur Waktu dan Menemukan Semangat Baru untuk Belajar

Dengan dukungan tersebut, ia bahkan sempat mulai membangun rumah kecil untuk keluarganya. Namun pembangunan itu harus terhenti karena ia memilih memprioritaskan pengobatan suaminya. “Sampai hari ini, kami masih tinggal di rumah mertua, berbagi satu kamar kecil bersama dua anak yang masih sekolah dasar,” tuturnya.

Guru PAUD Tetap Melayani dengan Hati, Meski Hidup Sarat Perjuangan

Walau hidup sederhana dan penuh perjuangan, Ibu Adiel tetap bersemangat mengajar dan mendampingi anak-anak di PAUD. Melihat mereka belajar, bermain, dan bertumbuh menjadi kekuatan tersendiri baginya. “Saya belajar untuk tetap berdoa dan percaya Tuhan menolong. Harapan saya hanya satu, semoga suami saya sembuh supaya bisa kembali bekerja dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Melalui kisahnya, ia ingin menyampaikan terima kasih kepada Mitra OBI. Dukungan yang diberikan—sekecil apa pun—sangat berarti bagi guru-guru seperti Ibu Adiel. Bantuan itu bukan hanya meringankan kebutuhan keluarga, tetapi juga menjaga semangat para guru untuk terus melayani anak-anak di desa mereka. “Saya berharap kesejahteraan guru-guru PAUD binaan dapat terus diperhatikan, agar kami bisa memberikan yang terbaik bagi generasi kecil di tempat kami melayani, tambahnya.

Setiap kontribusi Anda membantu menjaga semangat para guru yang berjuang di tengah keterbatasan.
Ayo ambil peran hari ini!

Share berita baik ini yuk!