Gerobak Sayur Impian Dewi: Dari Jalanan Bali Menuju Masa Depan yang Lebih Pasti

Setiap pagi sebelum fajar menyingsing, Dewi Lestari sudah sibuk mempersiapkan dagangannya. Ibu berusia 40 tahun dengan 2 anak ini bukanlah pedagang biasa, dia adalah tulang punggung keluarga yang tidak kenal lelah, mendorong gerobak beko (seperti terlihat di gambar) dari satu gang ke gang lainnya di Denpasar, Bali.

Suaminya, Yustin, bekerja sebagai pengemudi ojek online. Namun penghasilannya tidak menentu, dan sering kali tidak cukup untuk menutup kebutuhan harian keluarga. Dulu, mereka pernah meminjam uang untuk pulang kampung. Tak lama setelah itu, pandemi COVID-19 melanda dan membuat kondisi keuangan mereka semakin berat.

Dewi berjualan sejak pagi, yang ia jual adalah sayuran, sembako, hingga lauk pauk dengan cara berkeliling membawa barang dagangan dalam kantong plastik, kardus, dan gerobak roda tiga (beko) yang tak mampu membawanya menjangkau pelanggan di lokasi yang lebih jauh.

Meski harus bangun pukul 2 dini hari untuk belanja di pasar dan menyiapkan dagangan, Dewi tetap semangat. Ia menjual dari pukul 7 pagi hingga 1 siang, sementara suaminya bekerja dari sore sampai malam. Mereka bergantian menjaga anak mereka yang masih kecil. Setiap harinya, Dewi mengeluarkan modal Rp800.000 hingga Rp1.000.000, namun hanya membawa pulang keuntungan sekitar Rp100.000. Jumlah yang tak cukup untuk menutup kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk melunasi utang atau menabung untuk anaknya yang akan segera masuk SD tahun ini.

Dewi mempunyai mimpi: memiliki gerobak yang lebih kuat dan rapi, stok dagangan yang lebih lengkap, dan menjangkau pelanggan lebih luas. Ia yakin, dengan sedikit bantuan, ia bisa meningkatkan penghasilan dan membawa keluarganya keluar dari kesulitan.

Targetnya sederhana namun bermakna: menggandakan keuntungan harian dari Rp100.000 menjadi Rp200.000. Itu artinya, dalam sebulan, pendapatan keluarga bisa naik dua kali lipat, cukup untuk kebutuhan harian, bayar utang, dan membiayai sekolah anaknya.

“Saya kepikiran, gimana caranya saya bisa bantu keluarga? Kalau suami sudah nggak bisa, saya harus cari cara. Saya senang ada peluang pengembangan usaha dari OBI ini, semoga bisa lebih maju dan dagang saya makin lancar,” ujar Dewi dengan mata penuh harap.

Mitra OBI, dengan bantuan Anda, gerobak impian itu bisa menjadi kenyataan. Mari bantu Dewi melangkah lebih jauh. Satu gerobak, satu keluarga, satu masa depan yang lebih baik.

Share berita baik ini yuk!