Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Flores pada hari Sabtu akibat pemicu aktivitas Sesar Naik Flores. Pasca-guncangan utama tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa aktivitas seismik masih belum mereda, ditandai dengan maraknya gempa susulan yang terus terjadi hingga beberapa hari berikutnya.
Ancaman gempa yang belum mereda merusak banyak bangunan dan memaksa warga mendirikan tenda seadanya menggunakan terpal di pekarangan hingga mengungsi ke Posko. Puluhan warga Kelurahan 04, Mbai 2, Aesesa, Nagekeo merupakan salah satu wilayah yang berlindung di Posko Pelayanan Injil. Bertahan dengan perlengkapan seadanya, lansia dan anak-anak menjadi kelompok yang paling membutuhkan tempat tidur layak, selimut, serta air bersih. Krisis makin terasa karena pasokan air PAM mendadak keruh dan anak-anak belum bisa kembali bersekolah.
Merespons hasil asesmen tim di lapangan, Obor Berkat Indonesia (OBI) bergerak cepat menyalurkan paket sembako serta lampu tenaga surya untuk penerangan malam. Namun, proses distribusi sempat terkendala oleh tingginya tarif transportasi logistik dari Labuan Bajo menuju Ruteng. Di tengah tantangan tersebut, aksi nyata “warga bantu warga” hadir melalui Adhy Saputra, seorang pemilik truk lokal. Tergerak oleh rasa kemanusiaan, Adhy bersama keluarganya menyalurkan bantuan armada, tenaga, dan waktunya untuk mengangkut seluruh logistik OBI secara gratis tanpa memungut biaya sepeser pun.

Kebaikan Adhy dan kepedulian OBI membawa pesan penting bahwa warga terdampak tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Bantuan makanan dan penerangan surya yang disalurkan mungkin belum menyelesaikan seluruh masalah, tetapi menjadi pijar harapan di tengah kegelapan. Gempa susulan masih mengintai dan pemulihan Flores membutuhkan proses panjang, namun semangat gotong royong akan terus menjadi penopang utama untuk membantu masyarakat kembali bangkit.
© Copyright 2024
Obor Berkat