Dulu Pendiam dan Menyendiri, Kini April Lebih Percaya Diri dan Mau Bersosialisasi

Aprilia As Zahra (12 tahun), atau yang akrab disapa April. Ia kini duduk di bangku kelas 7 di SMP 11 Tulang Bawang Barat. Berbeda dengan anak seusianya, April tumbuh sebagai anak yang pendiam dan lebih suka menyendiri, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah dan sanggar belajar.

“Kalau tidak ada kegiatan, April pasti memilih menyendiri di rumah. Teman-temannya sering mengajak bermain, tapi April selalu menolak,” ungkap sang ibu, Eka Widi Astuti. Ayah April, Pak Samiran, bekerja sebagai buruh, sementara ibunya mengurus rumah tangga.

Sifat tertutup April juga tampak ketika ia mulai mengikuti kegiatan di sanggar belajar SOL GITJ Candra Kencana. Ia enggan berbicara, bahkan cenderung menolak ajakan teman-temannya untuk jajan atau bermain. Ia lebih nyaman sendiri.

Namun, semuanya mulai berubah ketika April mengikuti kelas Spiritualitas dan Karakter di sanggar belajar. Dalam pelajaran bertema “Eksplorasi Karier,” April diperkenalkan pada mimpi dan masa depan. Perlahan namun pasti, sesuatu dalam diri April mulai terbuka. Ia mulai belajar mengenal diri, mengenal orang lain, dan mengenal potensi yang ada di dalam dirinya.

“April sekarang berbeda. Dia lebih terbuka, suka menyapa, dan mulai bergaul dengan teman-temannya. Saya sangat bersyukur dengan perubahan ini,” tutur ibunya dengan penuh haru.

Tutor sanggar, Vestania Theresia, juga melihat perubahan yang nyata. “April kini aktif, percaya diri, dan tidak segan untuk berbicara dengan siapa pun.”

Perjalanan April adalah bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil—sebuah ruang aman yang memberinya kesempatan untuk tumbuh dan mengenal dirinya. Kini, April bukan lagi anak yang menyendiri, melainkan anak yang percaya diri, ramah, dan siap melangkah menyongsong masa depan dengan berani.

Share berita baik ini yuk!