Dari Minder Jadi Percaya Diri: Kisah Perubahan Yasmin

Yasmin adalah anak perempuan berusia 13 tahun yang berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya mencari nafkah dengan berjualan air mineral di pinggir jalan raya, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Yasmin merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia memiliki seorang kakak perempuan dan seorang adik laki-laki.

Meskipun hidup dalam keterbatasan, Yasmin dikenal sebagai siswi yang berprestasi di sekolah. Ia juga rajin mengikuti kegiatan di Sanggar Belajar School of Life (SOL) selama hampir lima bulan terakhir. Namun di balik semangat belajarnya, Yasmin sempat bergumul dengan rasa tidak percaya diri.

Yasmin memiliki tubuh yang lebih tinggi dibandingkan teman-temannya dan berkulit cokelat tua. Hal ini membuatnya sering merasa minder. Ia takut dibully, sehingga lebih memilih menghindar dari keramaian. Saat berada di tengah banyak orang, Yasmin akan memilih berdiri atau duduk di belakang. Ia merasa tidak pantas untuk tampil di depan, dan hal ini memengaruhi cara dia bersosialisasi dan memandang dirinya sendiri.

Perjalanan Yasmin mulai berubah saat ia menonton kisah Superbook tentang Daud yang diurapi menjadi raja. Cerita tersebut menyentuh hati Yasmin. Ia belajar bahwa Allah memilih Daud bukan karena penampilan luar, tetapi karena ketulusan hatinya. Dari kisah itu, Yasmin mulai memahami bahwa dirinya berharga di mata Tuhan.

Tak hanya melalui tayangan Superbook, perubahan juga didukung oleh peran para guru di SOL Generasi Emas. Mereka terus membimbing, mendorong, dan memberi Yasmin kesempatan untuk tampil dan berani mencoba hal-hal baru. Perlahan tapi pasti, Yasmin mulai berubah.

Dalam waktu sekitar tiga bulan, perubahan pada Yasmin mulai terlihat. Ia mulai berani tampil, percaya diri, dan tidak lagi merasa rendah diri. Yasmin belajar untuk menerima dirinya apa adanya. Ia bahkan kini bangga dengan tubuhnya yang lebih tinggi dan warna kulitnya yang unik, karena percaya bahwa Tuhan menciptakannya secara spesial.

Sama seperti Daud yang bersyukur atas apa yang ia miliki, Yasmin juga mulai belajar untuk bersyukur dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain.

Sekarang Yasmin tumbuh menjadi pribadi yang lebih ceria dan percaya diri. Ia tidak lagi ragu untuk berteman, tidak takut berada di tengah keramaian, dan tampil dengan penuh semangat. Para guru SOL sangat bersyukur atas perubahan ini dan berharap Yasmin terus menjadi anak yang kuat dan menerima dirinya dengan penuh sukacita.

Orang tua Yasmin pun turut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga besar CBN yang telah menjadi saluran kasih dan berkat dalam kehidupan anak mereka.

Share berita baik ini yuk!