Setelah berhasil memperoleh panen yang memuaskan dari bantuan pertanian cabai hingga di awal tahun 2024 lalu, kelompok tani di Makalelon yang terdiri dari 5 anggota ini, kembali sukses dengan pertanian nilam mereka.
Kali ini mereka memilih beralih dari bercocok tanam cabai kepada peluang budidaya nilam dengan modal yang berhasil mereka sisihkan dari hasil panen cabai sebelumnya. Di bulan April 2024 lalu, mereka mulai menanam sebanyak 2500 bibit, lalu disusul penanaman tahap dua dengan jumlah nilam sebanyak 2000 bibit di bulan Juli 2024 silam dan tahap tiga sebanyak 500 bibit di bulan Agustus 2024. Sehingga total nilam yang mereka tanam sebanyak 5000 batang.
Ketekunan yang Mendatangkan Hasil

Setiap bulan, kelompok tani di Makalelon dengan kompak melakukan pemeliharaan, mulai dari pembersihan hingga pemupukan. OBI turut mendukung kelompok ini dengan pelatihan pembuatan kompos organik, guna meningkatkan pengetahuan dan inovasi mereka dalam bertani.
Tingginya permintaan akan bibit nilam dari petani lain di wilayah tersebut, telah membuka peluang penjualan bibit nilam bagi kelompok ini. Sehingga, saat nilam sudah berumur enam bulan, mereka mulai memanen bibit yang diambil dari pucuk nilam secara bertahap dan menjualnya seharga Rp 500-600 per bibit dengan rata-rata penjualan 5.000-10.000 bibit dalam sehari. Setiap hasil penjualan yang mereka peroleh juga telah dibuatkan di dalam pembukuan lengkap dengan panduan dari OBI, sehingga pembagian hasil bisa dilakukan dengan baik.
Hingga di akhir bulan Oktober 2024, permintaan akan bibit terus meningkat sehingga setiap hari mereka terus memanen untuk memasok bibit bagi petani lain. Selain itu, mereka juga telah menjadi berkat dengan memberikan pelatihan cara membudidayakan nilam kepada petani lain.

Di akhir tahun ini, kelompok tani ini berencana untuk memanen batang nilam untuk penyulingan minyak. Sehingga saat ini mereka sedang mempelajari proses penyulingan untuk memperoleh minyak atsiri yang siap dijual ke pasar.
Bantuan yang Mengubah Hidup

Pak Harto Lalaki (47 tahun), adalah ketua lapangan kelompok tani Makalelon. Ia tinggal bersama istri dan dua anaknya. Sebelum mendapat bantuan, pak Harto hanyalah seorang petani yang menghabiskan hari-hari dengan nongkrong, mabuk dan merokok. Sehingga keluarganya hanya mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, sementara kedua anaknya membutuhkan biaya sekolah.
Namun, hidupnya berubah saat Anda memberi pak Harto kesempatan untuk mengembangkan bantuan modal bertani dari OBI. Pendampingan yang telah diberikan secara reguler baik dalam hal peningkatan skill maupun spiritual, juga telah membantu pak Harto menjadi lebih baik. Tanggung jawab yang dipercayakan sebagai ketua kelompok tani mendorong pak Harto perlahan-lahan meninggalkan tongkrongan, minum-minuman dan rokok. Bahkan setiap pagi sebelum bekerja, ia dan anggota lainnya berdoa bersama memberkati pertanian mereka.
Bersyukur, kerja keras mereka membuahkan hasil! Seluruh hasil penjualan panen yang mereka peroleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan Pak Harto bisa membeli sepeda motor yang dibutuhkan untuk transprotasi anaknya ke sekolah yang berjarak 15 kilometer dari rumah.

Pak Harto sangat berterima kasih kepada OBI dan para donatur yang telah mengubah hidupnya.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Obor Berkat Indonesia karena telah memberikan kami bantuan. Semoga Tuhan memberkati, sukses selalu dan boleh menjadi berkat untuk orang lain.”
Anda diberkati dengan kisah kelompok tani Makalelon? Mari terus lanjutkan kebaikan ini bersama-sama dan membawa perubahan bagi keluarga lainnya di bangsa ini.
© Copyright 2024
Obor Berkat