Dani, siswa kelas 4 di SD PKBM OBI Tanah Merah, pernah mengalami masa-masa sulit dalam pendidikannya. Ia sempat berhenti sekolah selama dua tahun. Bukan karena kendala biaya atau sakit, melainkan karena terpengaruh lingkungan pergaulan. Alih-alih belajar, Dani lebih memilih bermain PlayStation, mincing, dan bermain burung darah bersama teman-temannya. Bahkan, ia sering berpura-pura berangkat sekolah, padahal sebenarnya pergi bermain.
Mengetahui kondisi ini, para guru tidak tinggal diam. Mereka beberapa kali mengunjungi rumah Dani, memberikan bimbingan dan nasihat. Namun, upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil. Dani tetap memilih jalannya sendiri dan enggan kembali ke sekolah.
Situasi ini berlangsung cukup lama hingga akhirnya, suatu hari, perubahan besar pun terjadi.
Suatu ketika, Dani bermain sepeda bersama teman-temannya dan tidak sengaja melewati depan sekolah. Di sana, ia bertemu dengan salah satu guru yang mengenalinya dan mengajaknya kembali belajar. Ajakkan sederhana itu menyentuh hati Dani. Ia pun kembali ke sekolah.
Sesampainya di kelas, Dani langsung dilibatkan dalam proses pembelajaran dan menonton tayangan Superbook yang mengisahkan cerita Zakheus. Dalam cerita tersebut, Zakheus adalah seorang pemungut pajak yang sadar telah melakukan kesalahan besar dan memutuskan untuk berubah setelah bertemu Yesus.
Cerita ini menyentuh hati Dani. Ia merasa kisah Zakheus mencerminkan hidupnya sendiri. Dani mulai merenung—selama ini ia sering dinasihati guru, namun tidak pernah benar-benar berubah. Kini, Dani ingin berubah.
Sejak saat itu, Dani menunjukkan semangat yang luar biasa dalam belajar. Ia menjadi lebih disiplin, aktif di kelas, dan mulai menyukai pelajaran—terutama Matematika yang kini menjadi salah satu pelajaran favoritnya.
Perubahan ini disambut dengan rasa syukur dari para guru. Mereka bangga melihat bagaimana Dani berkembang dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu guru mengatakan bahwa Dani kini rajin hadir, aktif menjawab pertanyaan, dan mulai memiliki cita-cita.
Orang tua Dani pun turut merasakan dampaknya. Mereka mengungkapkan rasa syukur atas perubahan anak mereka. “Anak saya dulu malas sekolah, katanya bosan. Tapi sekarang dia semangat sekali. Kami sebagai orang tua sangat senang melihat perubahannya. Terima kasih kepada guru-guru OBI yang sudah memperhatikan anak kami,” ujar ibunya.
© Copyright 2024
Obor Berkat