Dari Anak Pemalu Menjadi Pemimpin: Perjalanan Denis di School of Life

Dari Anak Pemalu Menjadi Pemimpin: Perjalanan Denis di School of Life

Denis Saputra Halawa adalah seorang anak yang tinggal di Nias Selatan. Ia kini duduk di kelas VII SMPN 1 Somambawa dan bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun, perjalanan Denis menuju kepercayaan diri dan kemampuan bekerja sama tidaklah mudah.

Sejak kecil, Denis dikenal sebagai anak yang pendiam dan pemalu. Ia hanya merasa nyaman dengan orang-orang yang sudah dikenalnya. Jika bertemu dengan teman baru, ia sering menarik diri, lebih suka bermain sendiri, dan bahkan enggan melakukan kontak mata. Sikapnya yang tertutup membuat Denis kesulitan membangun pertemanan dan sulit bekerja sama dalam kelompok.

Situasi mulai berubah ketika Denis mengikuti School of Life (SOL) di BNKP Jemaat Laowi – Nias Selatan. Hampir dua tahun ia belajar dan berproses bersama teman-teman di program ini. Salah satu tema yang paling berkesan baginya adalah Team Work. Dalam pembelajaran ini, Denis memahami bahwa sebuah tim yang solid dan saling mendukung akan mampu menghadapi berbagai tantangan. Sebaliknya, jika tidak kompak, tim akan mudah runtuh.

Pelajaran sederhana ini memberi dampak besar pada hidup Denis. Perlahan ia mulai berani membuka diri, belajar berbicara dengan teman-temannya, dan aktif di kelas. Tidak hanya itu, Denis juga belajar memimpin. Ia sering dipercaya untuk mengerjakan tugas kelompok, memimpin doa, hingga memandu teman-temannya dalam pujian dan penyembahan singkat.

Gambar: Denis mengerjakan tugas kelompok bersama teman-temannya.

Perubahan ini bukan hanya dirasakan oleh Denis sendiri, tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya. Teman-teman mulai melihatnya sebagai sosok yang bisa diandalkan. Para guru dan tutor pun terberkati karena melihat bagaimana kurikulum SoL mampu membentuk anak-anak menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mampu bersosialisasi.

Kisah Denis adalah contoh nyata bagaimana pendampingan yang tepat dapat mengubah hidup seorang anak. Dari seorang anak pemalu yang lebih suka menyendiri, kini Denis tumbuh menjadi pribadi yang aktif, berani memimpin, dan berkomitmen melayani.

Dengan dukungan dari School of Life, Denis semakin dekat dengan cita-citanya menjadi seorang dokter. Lebih dari itu, ia sudah belajar satu hal penting: hidup bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi tentang bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.

Share berita baik ini yuk!