Dari Anak Bermasalah Menjadi 5 Besar di Kelas: Perjalanan Perubahan Efraim Bersama School of Life

Dulu, Efraim dikenal sebagai anak yang sering bermasalah di sekolah maupun di rumah. Ia terbiasa mencuri buah-buahan untuk dijual, lalu menggunakan uangnya untuk membeli diamond game online. Kebiasaan ini membuatnya semakin jauh dari disiplin dan tanggung jawab sebagai pelajar. Di sekolah, Efraim jarang mengerjakan PR, sering terlambat, dan bahkan pernah berada di peringkat 24 dari 27 siswa di kelasnya.

Situasi ini tentu membuat orang tuanya khawatir. Mereka melihat Efraim semakin sulit diarahkan dan kehilangan semangat belajar. Namun perubahan mulai terjadi ketika Efraim bergabung secara rutin dalam kegiatan School of Life (SOL).

Melalui pembinaan karakter, pengajaran nilai iman, dan pendampingan yang konsisten, Efraim perlahan mulai menyadari kesalahannya. Ia belajar bertanggung jawab, meninggalkan kebiasaan mencuri, dan mulai lebih menghargai orang tua serta guru. Proses ini tidak terjadi dalam semalam, tetapi berlangsung bertahap selama dua tahun pendampingan.

Perubahan Efraim kini terlihat nyata. Ia menjadi lebih rajin belajar, disiplin, dan menunjukkan semangat baru di sekolah. Prestasinya meningkat secara signifikan hingga berhasil masuk 5 besar di kelas. Guru dan orang tuanya menjadi saksi langsung transformasi tersebut.

Bagi keluarganya, perubahan ini membawa harapan baru. Mereka melihat bahwa dengan pendampingan yang tepat, setiap anak memiliki kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Kisah Efraim menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui program seperti School of Life dapat memberi dampak nyata bagi masa depan anak. Dukungan yang berkelanjutan bukan hanya mengubah perilaku, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih terarah dan penuh harapan.

Share berita baik ini yuk!