Cara Unik Guru PAUD Batu Karang Nonohonis dalam Mendukung Garden In School

Cara Unik Guru PAUD Batu Karang Nonohonis dalam Mendukung Garden In School

Sudah lebih dari satu tahun program Garden In School mendukung pembelajaran dan asupan nutrisi anak-anak PAUD Super5 di berbagai wilayah Timur Indonesia. Sudah banyak dari anak-anak, maupun orangtua dan guru yang merasakan dampaknya. Banyak juga yang OBI terima mengenai suka dan duka tiap guru saat mendampingi anak-anak dalam mengelola kebun sayur dan perternakan ayam petelur yang ada di sekolah.

Salah satunya adalah Ibu Adelin, salah satu guru PAUD Batu Karang Nonohonis, Soe. Ia bercerita bahwa produksi telur setiap hari masih terbatas, sementara harga pakan ayam di daerahnya terus meningkat. Sedangkan pendapatan dari penjualan telur segar yang tersisa belum cukup untuk menutupi kebutuhan pakan dan biaya operasional. “Saat ini harga pakan di kios kecil dekat gereja Rp. 12.000/kg. Kalau ke gudang pakan di pasar (kurang lebih 6 km dari sekolah) harga per Kg Rp.10.000,” cerita Ibu Adelin.

Meskipun begitu, ia dan guru yang ada di PAUD tersebut tidak menyerah. Ia dan rekan guru lainnya berupa untuk mengolah telur yang ada menjadi telur balado siap santap.

“Saat mau membeli pakan dan uang tidak cukup, saya mulai berpikir untuk menjual telur dalam bentuk menu siap santap. Karena menurut perhitungan, ternyata lebih menguntungkan daripada menjual telur mentah,” jelasnya.

Terlur balado tersebut mulai dipasarkan saat kegiatan Car Free Day dan setelah ibadah di halaman Gereja Batu Karang Nonohonis. Respons yang diterima pun cukup baik karena ini lauk saji yang diminati banyak orang, praktis dan memiliki harga terjangkau.

Walaupun keuntungan yang diperoleh belum besar, hasil penjualan mulai membantu menambah biaya operasional. Hal yang membanggakan dari guru-guru ini adalah bagaimana mereka tetap berupaya mengelola, dan mengolah sumber daya yang mereka punya untuk tetap mendukung program ini tetap berjalan.

Share berita baik ini yuk!